Belum terlalu jelas kemampuan apa yang dimiliki Bard. Pichai tidak memberikan banyak rincian tentang program berbasis kecerdasan buatan besutan raksasa Google tersebut.
Namun menurut The Verge, pengumuman Pichai itu dinilai terburu-buru karena masih kurangnya informasi tentang Bard. Dan pengumuman itu merupakan kode merah yang dipicu oleh peluncuran ChatGPT tahun lalu yang kini viral.
Kemunculan ChatGPT telah menjadi badai terbaru karena tersedia secara bebas di sistem web. Itu telah memberi dampak jutaan orang pada upaya pembuatan teks otomatis, di mana para pengguna tinggal membuat pertanyaan dan ChatGPT akan secara akurat menuliskan sendiri jawabannya.
Menurut Pichai, Bard dari Google dapat menjadi pelampiasan kreativitas dan landasan peluncuran untuk rasa ingin tahu. Bard dapat membantu pengguna menjelaskan penemuan terbaru dari Teleskop James Webb NASA kepada anak berusia 9 tahun atau mempelajari lebih lanjut pemain striker terbaik dalam dunia sepak bola saat ini.
Sumber daya Google, juga akan memungkinkan Bard memanfaatkan informasi terkini berkualitas tinggi untuk menjawab pertanyaan tentang peristiwa terbaru, hal yang saat ini masih diperjuangkan oleh ChatGPT.