Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sekjen PBB Sebut World Bank dan IMF Harus Diganti!
Sekjen PBB Antonio Guterres di Media Center KTT ke-43 ASEAN (IDN Times/Vanny El Rahman)

Jakarta, IDN Times – Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyebut bahwa World Bank dan International Monetary Fund (IMF) sudah tidak relevan. Oleh sebab itu, dia mengusulkan pembentukan sistem keuangan baru yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Kita membutuhkan Bretton Woods yang baru, karena sistem yang kita miliki diciptakan setelah Perang Dunia Kedua yang sesuai dengan relasi kuasa dan situasi perekonomian dunia pada tahun 1945, sangat berbeda dengan situasi yang kita hadapi saat ini,” kata Guterres saat mengunjungi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN di Jakarta, Kamis (7/9/2023).

Sebagai informasi, Bretton Woods adalah sebuah konferensi di Inggris yang menyepakati pembentukan tiga institusi keuangan internasional, yaitu World Bank, IMF, dan World Trade Organization (WTO).

1. Butuh sistem keuangan yang lebih responsif

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres (IDN Times/Sonya Michaella)

Ungkapan Guterres tidak lepas dari situasi dunia yang membutuhkan pendanaan besar untuk mengatasi berbagai permasalahan, seperti kesenjangan, krisis iklim, hingga krisis pangan dan energi.

“Kita perlu mereformasi arsitektur keuangan global, menjadikannya benar-benar mewakili realitas ekonomi dan politik saat ini, dan lebih responsif terhadap kebutuhan negara-negara berkembang,” kata dia.

“Dan kita memerlukan stimulus setidaknya 500 miliar dolar AS per tahun untuk membantu Sustainable Development Goals (SDGs), yang sayangnya kita mengalami kemunduran di banyak bidang,” tambah dia.

2. PBB bangga menjadi mitra ASEAN

emblem PBB (instagram.com/unitednations)

Pada kesempatan yang sama, mantan Perdana Menteri Portugal itu mengapresiasi upaya ASEAN dalam menyuarakan kepentingan negara berkembang.

“ASEAN dapat memberikan contoh kepada dunia, sebagai kekuatan ekonomi ramah lingkungan global dan pelopor transisi energi, yang berkelanjutan, adil, inklusif, dan merata. PBB bangga menjadi mitra ASEAN dalam mewujudkan visi ini menjadi kenyataan bagi seluruh masyarakat di Asia Tenggara,” katanya.

3. PBB puji gaya diplomasi Indonesia

Presiden Jokowi di KTT ke-43 ASEAN 2023 (youtube.com/Sekretariat Presiden)

Saat melawat ke Indonesia, Guterres juga sempat mengadakan pertemuan dengan Presiden Joko “Jokowi” Widodo. Guterres pun mengapresiasi kinerja Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023 dan Presiden G20 2022, yang terus menyuarakan perdamaian dengan prinsip inklusivitas.

“Upaya diplomasi luar biasa yang dilakukan Indonesia tidak hanya akan berdampak pada kerangka ASEAN, namun juga global. (Indonesia) adalah contoh luar biasa dari kombinasi diplomasi yang sangat terampil dengan bidang yang mengarah pada prinsip-prinsip, termasuk Piagam PBB," ujarnya.

Editorial Team