Brussels, IDN times - Perkembangan COVID-19 di Eropa hingga kini terus meningkat dan memaksa sejumlah negara untuk kembali menerapkan aturan lockdown, salah satunya di Belgia. Negara tersebut bahkan tercatat memiliki proporsi kasus virus tertinggi di Uni Eropa dengan jumlah 1.753 per 100.000 orang. Jumlah peningkatan itu lebih tinggi dari negara-negara besar seperti Spanyol, Inggris, dan Italia yang memiliki kurang dari sepertiganya.
Lonjakan baru pada bulan Oktober bahkan telah menyebabkan beberapa rumah sakit terpaksa menunda operasi yang bukan prioritas untuk fokus pada penanganan pandemi. Pemerintah Belgia sempat mengaku mulai kehilangan kendali atas situasi yang ada, hingga meminta agar masyarakat mengubah perilaku mereka secara radikal untuk mengontrol perkembangan virus. Tetapi kini, sebuah titik balik perlahan terlihat dimana tanda-tanda kasus mereda dilaporkan mulai tampak terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
