Gedung Kementerian Pertahanan Yugoslavia yang rusak akibat pemboman NATO. instagram.com/iamglobalboy/
Melaporkan dari RT, sebelumnya penggunaan uranium terdeplesi di Balkan sudah diakui oleh NATO. Akan tetapi untuk membuktikan adanya hubungan antara radiasi dan gejala kanker di Serbia menjadi tugas yang berat, apalagi pihak aliansi NATO yang menolak adanya korelasi antara keduanya.
Bahkan pihak aliansi NATO mengakui apabila menggunakan sekitar 10 ton material tersebut dalam operasinya di Kosovo. Sementara menggunakan 300 kali besarnya material tersebut dalam Perang Teluk.
Agresi NATO melawan Yuguslavia sudah dimulai pada tanggal 24 Maret 1999 untuk mencegah genosida etnis Albania di Kosovo. Bahkan dalam perang tersebut NATO melakukan pengeboman lewat udara di Serbia sebanyak 10.000 kali.
Sementara menurut pihak Serbia mengatakan apabila pengeboman sebabkan kematian 3.500-4.000 warga, sedangkan sekitar 10.000 warga terluka dan satu per tiga diantaranya warga sipil. Sedangkan kerugian material terhitung mencapai 100 Miliar dollar AS, dikutip dari TASS.