Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan permintaan maaf kepada para korban kejahatan seksual Jeffrey Epstein setelah keputusannya menunjuk Peter Mandelson, tokoh politik yang memiliki hubungan dekat dengan Epstein, sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat menuai kritik luas.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Starmer pada Kamis, (5/2/2026), di tengah tekanan politik yang semakin kuat dan spekulasi mengenai masa depan kepemimpinannya. Skandal ini menjadi krisis terbaru yang menimpa pemerintahan Partai Buruh yang tengah berjuang mempertahankan kepercayaan publik.
Kontroversi mencuat setelah dokumen baru terkait Epstein dirilis pekan lalu. Dokumen tersebut memuat rincian hubungan erat antara Mandelson dan Epstein, termasuk korespondensi pribadi dan dugaan berbagi informasi sensitif.
Meski mengakui kesalahan dalam pengangkatannya, Starmer menegaskan tidak akan mengundurkan diri. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap memimpin pemerintahan dan menjalankan agenda politik yang telah dijanjikan kepada publik.
