Retakan di rak es Larsen C, Antartika. instagram.com/thinkaboutmaps/
Pemanasan global juga menjadi perhatian serius di semenanjung Antartika, sebagai salah satu wilayah dengan pemanasan tercepat, yaitu 3 derajat Celcius selama 50 tahun terakhir.
Pada Kamis (1/7/2021), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengakui rekor suhu tertinggi untuk benua Antartika yaitu 18,3 derajat celcius. Pengakuan itu meliputi konfirmasi atas pembacaan yang dibuat tahun lalu.
Rekor panas dicapai di stasiun penelitian Esperanza Argentina, di Semenanjung Antartika pada 6 Februari 2020, kata Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), salah satu badan organisasi PBB, dikutip dari AFP.
"Verifikasi catatan suhu maksimum ini penting karena membantu kami membangun gambaran cuaca dan iklim di salah satu perbatasan terakhir Bumi," kata sekretaris jenderal WMO Petteri Taalas.
Dalam proses verifikasi pembacaan, WMO menolak pelaporan yang dibuat oleh stasiun pemantauan permafrost otomatis Brasil, di Pulau Seymour, yaitu suhu di Atlantik melebihi 20,75 derajat Celcius. Adapun rekor terverifikasi untuk suhu di benua Antartika adalah 17,5 deratar celcius di Esperanza pada 24 Maret 2015.
“Rekor baru ini menunjukkan sekali lagi bahwa perubahan iklim memerlukan tindakan segera," kata wakil presiden pertama WMO, Celeste Saulo.
"Sangat penting untuk terus memperkuat sistem pengamatan, prakiraan, dan peringatan dini untuk menanggapi peristiwa ekstrem yang semakin sering terjadi karena pemanasan global,” ujar dia.