Ilustrasi penyalahgunaan obat (IDN Times/Sukma Shakti)
Melansir dari The Guardian, Singh mengemudikan truk dalam kondisi kurang tidur dan dalam pengaruh narkoba, dia menabrakkan kendaraan seberat 19 ton ke petugas yang menepikan pengemudi Porsche, Richard Pusey yang ngebut pada 22 April tahun lalu.
Insiden ini menewaskan empat orang polisi yaitu Lynette Taylor, Kevin King, Glen Humphris, dan Josh Prestney. Peristiwa itu nembuat Singh ditahan dan pada hari Rabu pengadilan menghukum hari Rabu selama 22 tahun, dengan masa bebas bersyarat selama 18 tahun dan enam bulan. Singh, pada sebelumnya di Mahkamah Agung Victoria telah mengaku bersalah atas empat dakwaan mengemudi yang menyebabkan kematian empat orang, tiga dakwaan perdagangan narkoba dan satu dakwaan memiliki narkoba.
Melansir dari 9 News, dalam rekaman CCTV di jalan tol tempat kejadian truk yang dikemudikan oleh Singh beberapa kali masuk ke jalur darurat. Sebelum kecelakaan itu terjadi Singh kelelahan karena hanya memiliki lima jam istirahat dalam 70 jam. Selain itu dia terbukti dalam pengaruh narkoba. Singh aktif psikotik, dia mengklaim telah melihat penyihir sebelum menabrak petugas dalam kecelakaan itu.
Di pengadilan terungkap bahwa dia disibukkan dengan "keyakinan khayalan" bahwa dia telah "dikutuk" oleh seorang penyihir, juga mengaku melihat "sosok tongkat" di pagi hari dari tragedi itu. Namun, dia pergi bekerja karena takut kehilangan pekerjaannya, bila tidak masuk kerja.
Hakim Paul Coghlan mengatakan Singh "egois" karena berada di belakang kemudi ketika dia jelas "tidak layak" untuk mengemudi. "Telah dikatakan bahwa ancaman bagi Anda adalah bahwa Anda mungkin kehilangan pekerjaan Anda. Anda benar-benar tidak layak untuk melakukan pekerjaan itu dan memiliki sedikit, jika ada, klaim yang sah untuk mempertahankan posisi Anda sebagai sopir truk. Dalam arti bahwa Anda mengemudi untuk mempertahankan pekerjaan Anda - keputusan itu egois."
Hakim Coghlan menyampaikan di pengadilan bahwa pengemudi Singh mengaku melihat hantu dan UFO, ketika dia masih muda, Singh menderita psikosis akibat obat-obatan. Pengadilan mendengar Singh "tidak bereaksi" terhadap kecelakaan itu sampai terjadi, kemudian menginjak pedal rem karena "panik".