Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Terus Berdatangan, 36.544 Jemaah Haji Mendarat di Madinah
Rombongan jemaah haji asal Indonesia tiba di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah, Senin (27/04/2026) (IDN Times/Yogie Fadila)
  • Hingga 27 April 2026 malam, sebanyak 36.544 jemaah haji Indonesia dari 94 kloter telah tiba di Madinah melalui Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdul Aziz.
  • Kloter KJT-7 asal Cimahi dengan 441 jemaah mendarat menggunakan Saudia Airlines, sementara PPIH memastikan hak-hak jemaah tetap terlindungi meski ada dua pesawat yang mengalami penundaan.
  • Puncak kedatangan jemaah di Madinah diperkirakan terjadi pada 6–7 Mei 2026 dengan sekitar 21 kloter per hari, dan total 267 kloter dijadwalkan mendarat di bandara tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Madinah, IDN Times - Operasional kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama di Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah, terus menunjukkan tren positif. Hingga Senin (27/4/2026) malam pukul 20.00 Waktu Arab Saudi (WAS), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mencatat sebanyak 36.544 jemaah yang tergabung dalam 94 kelompok terbang (kloter) telah menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menyebutkan bahwa target kedatangan jemaah secara harian pada Senin (27/4/2026) hingga pukul 00.00 WAS nanti akan mencapai 18 kloter, dengan estimasi membawa sekitar 7.000 jemaah.

1. Jemaah haji asal Cimahi telah mendarat

Rombongan Jemaah haji asal Cimahi (KJT-7) tiba di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah, Senin (27/04/2026) (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Rombongan terbaru yang baru saja mendarat pada pukul 20.00 WAS adalah kloter 7 asal Embarkasi Kertajati (KJT-7). Kloter yang membawa jemaah haji asal Kota Cimahi, Jawa Barat ini terbang menggunakan maskapai Saudia Airlines dari Bandara Internasional Kertajati (BIJB) di Majalengka.

Total jemaah yang diberangkatkan dalam kloter KJT-7 ini mencapai 441 orang beserta petugas haji pendamping. Profil usia jemaah asal Kota Cimahi ini cukup beragam, di mana jemaah tertua tercatat berusia 86 tahun, sementara jemaah termuda berada di usia 20 tahun.

2. PPIH kawal hak-hak jemaah yang terimbas pesawat delay

Rombongan Jemaah haji asal Cimahi (KJT-7) tiba di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah, Senin (27/04/2026) (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Di tengah kelancaran fase kedatangan di Madinah, Daker Bandara juga memantau kendala teknis penerbangan yang sempat terjadi di Tanah Air. Diketahui, terdapat dua pesawat dari salah satu maskapai yang urung berangkat dan menunda jadwal penerbangan jemaah haji.

Terkait insiden tersebut, Abdul Basir memastikan bahwa hak-hak jemaah tetap terlindungi dan menjadi prioritas utama pemerintah.

“Kalau pesawat yang sekarang masih ada kendala di Tanah Air, memang ada dua pesawat dari salah satu maskapai yang sekarang masih diupayakan untuk perbaikan dan rencananya besok akan diterbangkan. Kita tunggu update terbarunya, tapi yang jelas hak-hak jemaah semuanya diberikan oleh maskapai dan pemerintah,” urai Basir.

Ia menegaskan bahwa PPIH saat ini terus melakukan pemantauan secara ketat untuk memastikan pihak maskapai memenuhi seluruh kewajiban kompensasinya kepada jemaah yang terdampak penundaan jadwal.

3. Puncak kedatangan di Madinah diprediksi pada 6-7 Mei 2026

Petugas PPIH berfoto bersama jemaah haji kloter PLM-3 dari Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, tiba di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Hingga saat ini, ritme kedatangan jemaah di Bandara Madinah masih berjalan pada level normal. Abdul Basir mengungkapkan bahwa rata-rata intensitas pendaratan berada di angka maksimal 18 hingga 19 kloter per harinya. Namun, petugas di lapangan telah bersiap untuk menghadapi lonjakan pergerakan pesawat.

"Perkiraan puncak kedatangan nanti kayaknya di tanggal 6 dan tanggal 7 Mei ya, sehari ada sekitar 21 kloter," ungkap Basir memproyeksikan beban kerja operasional bandara ke depan.

Secara keseluruhan pada penyelenggaraan ibadah haji 2026 ini, total akan ada 527 kloter jemaah Indonesia yang diberangkatkan. Basir merinci bahwa kuota pendaratan tahun ini akan lebih banyak difokuskan di Madinah jika dibandingkan dengan Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah (kedatangan gelombang kedua).

"Total yang landing di Madinah ada 267 kloter. Totalnya kan ada 527 kloter. Nah, yang 260 kloter nanti landing-nya ada di Jeddah. Jadi, memang lebih banyak landing di Madinah tahun ini, ada lebih 7 kloter lah daripada di Jeddah," pungkasnya.

Editorial Team