Dilaporkan dari Africa News, menanggapi pengenaan hukuman pada sekelompok bajak laut di Togo, pihak kejaksaan bernama Gnambi Garba mengatakan bahwa, "Semua orang harus memahami bahwa pembajakan dan perampokan dengan senjata di laut pasti akan dikenai hukuman. Atas serangan di laut ini, kami tidak akan menyerah dan berhenti."
Serangan bajak laut di Teluk Guinea umumnya dilakukan oleh kelompok geng dari tenggara Nigeria yang mendahului kapal vessel di lepas pantai dan kemudian menculik kru kapal yang hendak ditukarkan dengan uang tebusan. Bahkan kasus pembajakan di Teluk Guinea sedang marak akhir-akhir ini di pesisir Afrika Barat sepanjang 5.700 km.
Berdasarkan data dari Biro Maritim Internasional (BMI), pada tahun 2020, terdapat 130 dari 135 kasus penculikan awak kapal di seluruh dunia, tetapi 95 persen di antaranya terjadi di Teluk Guinea. Pada Mei lalu, perusahaan pemilik kapal dan menyetujui deklarasi yang menyerukan pembentukan koalisi melawan pembajakan di Teluk Guinea, dilansir dari L'Antenne.