Kanselir Jerman Friedrich Merz (© European Union, 1998 – 2026, Attribution, via Wikimedia Commons)
Kekesalan Trump dipicu oleh pernyataan Merz di hadapan para siswa di Marsberg, Jerman. Merz secara terbuka menyebut pemerintah AS sedang dipermalukan oleh taktik negosiasi Iran.
Kanselir Jerman itu menyoroti kebuntuan delegasi AS saat mencoba berunding dengan pihak Iran. Ia menilai para pejabat Teheran sangat lihai dalam menunda negosiasi.
"Jelas sekali Amerika tidak memiliki strategi. Masalah dengan konflik semacam ini selalu terletak pada kenyataan bahwa Anda tidak hanya harus masuk, tetapi juga harus keluar lagi. Kita telah melihat contoh yang menyakitkan di Afghanistan selama 20 tahun dan Irak," tutur Merz, dilansir The Straits Times.
Merz juga menyinggung Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai pihak yang paling berperan dalam kebuntuan negosiasi. Menurutnya, Iran jauh lebih tangguh dari perkiraan awal negara-negara Barat.