Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_7134.jpeg
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump di World Economic Forum (WEF) 2026, Davos, Swiss. (dok. YouTube World Economic Forum)

Jakarta, IDN Times - Nama Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, disebut-sebut dalam pidato Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.

Trump menyebut Carney tidak bersyukur karena akan kecipratan hal positif dari proyek sistem pertahanan misil yang dinamakan Golden Dome. Menurut dia, proyek itu juga dibangun untuk Kanada, karena bisa melindungi negara tetangga AS itu dari serangan misil.

“Kita sedang membangun Golden Dome yang akan melindungi Kanada juga. Kanada juga mendapat banyak keuntungan cuma-cuma dari kita. Mereka seharusnya juga berterima kasih. Tapi mereka tidak. Saya menonton Anda, Perdana Menteri (Carney) kemarin. Dia tidak begitu berterima kasih,” ujar Trump.

Menurut Trump, Kanada bisa hidup karena AS. Oleh sebab itu, dia menyampaikan pesan kepada Carney. Menurutnya, Carney harus berhati-hati dalam membuat pernyataan.

“Kanada ada karena Amerika Serikat. Ingat itu Mark saat lain kali Anda menyampaikan pernyataan Anda," ucap Trump.

Selasa, 20 Januari 2026, Carney menjadi salah satu kepala negara yang menghadiri Davos. Dia tidak secara eksplisit menyinggung Trump dalam pidatonya. Namun, Carney merujuk pada hegemoni Amerika.

“Warga Kanada tahu bahwa asumsi lama soal letak geografis yang memberikan kenyamanan, aliansi yang memberikan kemakmuran dan keamanan, kini tak lagi valid,” ujar Carney.

Carney mengatakan, pendekatan yang lebih isolasionis, di mana ada ‘dunia benteng’, akan membuat negara-negara menjadi lebih miskin, rapuh, dan tidak berkelanjutan.

Tetapi, kata dia, hal itu tetap akan terjadi. Oleh sebab itu, Kanada harus bekerja sama dengan sekutu yang berpikiran sama bahwa memungkinkan untuk melawan dominasi oleh negara-negara yang lebih besar, lebih kaya, dan bersenjata lengkap.

“Tatanan lama tidak akan kembali. Kita tidak seharusnya meratapinya. Nostalgia bukanlah strategi. Tetapi dari keretakan ini, kita dapat membangun sesuatu yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih adil,” tutur Carney.

Editorial Team