Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berterima kasih kepada militer atas kecepatan, kekuatan, ketepatan, dan kompetensi yang mereka miliki.
Trump mengatakan, para pejuang yang sangat terlatih ini beroperasi bekerja sama dengan penegak hukum AS. Dia menyebut pasukan AS menyerang benteng militer yang sangat kuat di jantung Caracas untuk membawa Presiden Nicolas Maduro ke pengadilan.
Ia membandingkan dengan operasi militer sebelumnya terhadap Iran-termasuk terhadap target nuklir. "Tidak ada negara di dunia yang dapat mencapai apa yang dicapai Amerika kemarin," katanya.
Semua kemampuan militer Venezuela dilumpuhkan dalam serangan itu, katanya. Ia menyebut lampu-lampu Caracas dimatikan selama operasi, karena keahlian tertentu yang dimiliki Amerika.
“Baik Maduro maupun istrinya sekarang menghadapi keadilan Amerika, mereka telah didakwa di distrik selatan New York atas kampanye terorisme narkoba yang mematikan terhadap AS dan warganya,” ucap Trump.
Trump mengklaim, saat ini pasukan Venezuela siap membalas. “Pasukan Venezuela menunggu kita dengan banyak kapal yang berlayar,” serunya, dalam pidato Sabtu (3/1/2026).
Meskipun berada dalam posisi siap, Trump mengatakan, pasukan Venezuela benar-benar kewalahan dan dengan cepat dilumpuhkan.
“Tidak ada satu pun prajurit AS yang tewas, dan tidak ada peralatan yang hilang,” ujar dia.
Trump mengatakan AS telah menghancurkan 97 persen narkoba yang masuk melalui laut, dan menuduh setiap kapal yang membawa narkoba membunuh rata-rata 25.000 orang.
Ia juga menuduh sebagian besar narkoba berasal dari Venezuela.
