Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bisnis minyak di Venezuela gagal total. Ia menuturkan, perusahaan-perusahaan besar AS akan masuk ke negara itu untuk memperbaiki infrastruktur.
“Kita mulai menghasilkan uang bagi negara tersebut,” ujarnya dalam pidato di resornya, Sabtu (3/1/2026).
Trump menambahkan, AS juga siap untuk melancarkan serangan kedua dan jauh lebih besar terhadap negara itu jika diperlukan.
“Kami awalnya siap untuk melakukan (serangan) gelombang kedua, tetapi mengingat keberhasilan serangan tadi malam, kemungkinan besar sekarang tidak akan diperlukan,” ujar Trump.
"Kemitraan AS dengan Venezuela akan membuat rakyat Venezuela kaya, mandiri, dan aman,” lanjut dia.
Trump mengklaim warga Venezuela yang tinggal di AS akan sangat bahagia. “Mereka tidak akan menderita lagi," katanya dalam konferensi pers.
Trump menyebut Maduro sebagai ‘diktator tidak sah’ yang bertanggung jawab atas masuknya sejumlah besar narkoba ilegal yang mematikan ke AS. Trump juga menuduhnya mengawasi kartel Cartel de los Soles.
Maduro sebelumnya dengan keras membantah menjadi pemimpin kartel. Trump mengungkapkan, kini Maduro dan istrinya berada di atas kapal yang menuju New York, dan keputusan akan segera dibuat antara New York dan Miami.
