Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tidak puas dengan proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama dua bulan. Ketidakpuasan ini menambah ketidakpastian terhadap upaya diplomasi yang sebelumnya diharapkan dapat meredakan konflik.
Proposal tersebut mengusulkan agar pembahasan mengenai program nuklir Iran ditunda hingga perang berakhir dan sengketa pelayaran di Teluk Persia terselesaikan. Namun, pendekatan ini tidak sejalan dengan posisi Washington yang menganggap isu nuklir sebagai prioritas utama.
Seorang pejabat Amerika Serikat yang mengetahui hasil pertemuan Trump dengan para penasihatnya pada Senin (27/4/2026) menyebutkan presiden tidak menyukai usulan tersebut. Menurutnya, Trump menilai pembahasan nuklir harus dilakukan sejak awal proses negosiasi.
Di tengah perbedaan tajam ini, harapan untuk mengakhiri perang yang dimulai sejak 28 Februari semakin memudar. Konflik tersebut telah mengganggu pasokan energi global, memicu inflasi, dan menewaskan ribuan orang.
