potret peta wilayah Iran (unsplash.com/mana5280)
Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan, Israel dan Amerika Serikat telah menyerang lebih dari 2.000 target di seluruh Iran sejak meluncurkan operasi militer gabungan pada Sabtu (28/2/2026) pagi.
Menurut laporan tersebut, operasi melibatkan serangan udara berskala besar. Militer Israel menyatakan telah menembakkan ribuan amunisi dan melaksanakan lebih dari 700 sorti sejak awal penyerbuan.
Target yang dilaporkan mencakup tokoh militer dan politik senior, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei serta para komandan Korps Garda Revolusi Islam. Selain itu, sistem pertahanan udara, rudal balistik beserta peluncurnya, fasilitas intelijen, hingga pusat komando juga disebut menjadi sasaran.
Seorang pejabat militer Israel mengatakan kepada surat kabar tersebut, bahwa pasukan Israel dan Amerika Serikat telah bekerja sama selama berbulan-bulan untuk menyusun daftar target, dengan menghabiskan ribuan jam untuk mengumpulkan intelijen dan mempersiapkan operasi.