Jakarta, IDN Times – Uni Eropa (UE) mempercepat penyusunan langkah besar untuk melindungi anak-anak dari dampak buruk media sosial. Fokus kebijakan itu diarahkan pada fitur desain yang memicu kecanduan serta pengetatan sistem verifikasi usia. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, memaparkan rencana tersebut dalam Konferensi Tinggi Kecerdasan Buatan (AI) dan Anak di Kopenhagen pada Selasa (12/5/2026).
Von der Leyen menegaskan UE mulai mengambil sikap keras terhadap platform besar seperti TikTok dan Instagram. Ia menyoroti fitur seperti gulir tanpa akhir, pemutaran otomatis, dan notifikasi dorong karena dinilai memicu perilaku adiktif pada anak.
“Kami mengambil tindakan terhadap TikTok dan desain adiktifnya. Hal yang sama berlaku untuk Meta,” tegas Von der Leyen, dikutip CNBC.
