Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan melakukan kunjungan diam-diam ke Uni Emirat Arab (UEA) di tengah perang Israel-Amerika Serikat melawan Iran. Namun, pemerintah UEA kemudian membantah adanya kunjungan rahasia tersebut.
Kantor Netanyahu pada Rabu (13/5/2026) menyatakan, pemimpin Israel itu bertemu Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan dalam sebuah pertemuan yang disebut menghasilkan terobosan bersejarah dalam hubungan kedua negara.
“Pertemuan tersebut menghasilkan terobosan bersejarah dalam hubungan antara Israel dan UEA,” demikian pernyataan kantor Netanyahu, dikutip dari AsiaOne, Kamis (14/5/2026).
Kabar itu langsung memicu perhatian karena muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan pascaperang Iran dan Israel. UEA sendiri diketahui telah menormalisasi hubungan dengan Israel sejak penandatanganan Abraham Accords pada 2020.
Namun tak lama setelah pengumuman Israel muncul, kantor berita resmi UEA, WAM, menerbitkan laporan yang membantah adanya kunjungan rahasia Netanyahu. Menurut WAM, hubungan UEA dan Israel selama ini dilakukan secara terbuka dan resmi.
“Hubungan dengan Israel bersifat publik dan dilakukan dalam kerangka Abraham Accords yang telah diumumkan secara resmi, bukan berdasarkan pengaturan yang tidak transparan atau tidak resmi,” tulis WAM.
