Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Uni Emirat Arab: Tak Ada Negara Kebal dari Dampak Penutupan Selat Hormuz
Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • UEA menegaskan penutupan Selat Hormuz oleh Iran berdampak global, memengaruhi perdagangan dunia karena 20 persen minyak dan gas cair melewati jalur strategis tersebut.
  • Duta Besar UEA menyebut Indonesia ikut terdampak langsung, dengan kenaikan harga bahan bakar, biaya barang, serta gangguan rantai pasokan akibat situasi di Selat Hormuz.
  • UEA bersama GCC dan Yordania menyerukan pencegahan eskalasi perang melalui diplomasi dan kerja sama internasional demi menjaga stabilitas serta kemakmuran bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
8 April 2026

Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, menyampaikan dalam konferensi pers di Jakarta Selatan bahwa penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah menekan perdagangan global dan tidak ada negara yang kebal dari dampaknya. Ia menegaskan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia serta sebagian besar ekspor menuju Asia melewati selat tersebut.

kini

UEA bersama GCC dan Yordania terus mendorong jalur diplomasi untuk mencegah eskalasi perang serta bekerja sama dengan mitra internasional, termasuk Indonesia, demi menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Uni Emirat Arab menyampaikan bahwa penutupan Selat Hormuz oleh Iran menimbulkan dampak global terhadap perdagangan, termasuk kenaikan harga bahan bakar dan gangguan rantai pasokan di berbagai negara.
  • Who?
    Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, bersama pemerintah UEA, negara-negara GCC, dan Yordania yang mengutuk tindakan Iran serta menyerukan kerja sama internasional.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, sementara peristiwa utama terkait terjadi di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia.
  • When?
    Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu, 8 April 2026, saat situasi penutupan Selat Hormuz masih berlangsung dan dampaknya dirasakan secara global.
  • Why?
    Penutupan dilakukan oleh Iran sebagai bagian dari aksi yang disebut agresi terhadap kawasan Teluk, memicu kekhawatiran atas pelanggaran hukum internasional dan ancaman terhadap stabilitas ekonomi dunia.
  • How?
    Dampak muncul melalui terganggunya jalur ekspor minyak dan gas cair dunia yang sebagian besar melewati Selat Hormuz; UEA mendorong penyelesaian melalui diplomasi dan kerja sama antarnegara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Iran menutup jalan laut besar namanya Selat Hormuz. Banyak kapal minyak dan gas tidak bisa lewat. Kata Pak Abdulla dari Uni Emirat Arab, semua negara jadi susah, termasuk Indonesia. Harga bensin naik dan barang jadi mahal. Sekarang UEA dan teman-temannya mau bicara baik-baik supaya tidak ada perang dan dunia bisa damai lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Uni Emirat Arab menonjolkan semangat tanggung jawab dan solidaritas global di tengah krisis penutupan Selat Hormuz. Dengan menegaskan pentingnya diplomasi, kerja sama internasional, serta pilihan pada stabilitas dibanding konflik, UEA menunjukkan komitmen kolektif untuk menjaga perdamaian dan kemakmuran bersama, termasuk melalui kemitraan erat dengan Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan, penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah memberikan tekanan pada seluruh negara di dunia.

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri mengatakan, tak ada satu pun negara yang kebal dari dampak negatif penutupan selat tersebut, terutama dari sektor perdagangan.

“Perdagangan sudah pasti terpengaruh, dan tidak ada negara yang benar-benar kebal dari kesulitan semacam ini,” kata Abdulla Salem AlDhaheri dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026).

1. Hampir 90 persen ekspor menuju Asia melalui Selat Hormuz

Ilustrasi Selat Hormuz. (Pixabay.com)

Dalam catatan UEA, sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia dan gas cair melalui Selat Hormuz. Lalu, 80-90 persen ekspor menuju kawasan Asia juga melalui selat tersebut.

UEA menyatakan, agresi yang dilancarkan Iran bukan lagi masalah regional negara-negara Teluk Arab (Gulf Cooperation Countries/GCC) dan Yordania, tapi sudah menjadi masalah bagi seluruh dunia.

“Ini bukan masalah regional. Ini adalah masalah global. Uni Emirat Arab dan negara-negara GCC serta Yordania mengutuk keras serangan-serangan ini sebagai pelanggaran hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tutur Abdulla Salem AlDhaheri.

2. Indonesia merasakan dampak langsung

ilustrasi ekspor barang (pexels.com/Khunkorn Laowisit)

Abdulla Salem AlDhaheri mengatakan, Indonesia juga menjadi negara yang merasakan dampak langsung dari penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

“Di sini saya ingin mengatakan bahwa Indonesia tidak kebal. Seperti banyak ekonomi Asia lainnya, Indonesia terkena dampak langsung. Harga bahan bakar juga meningkat. Biaya barang dan gangguan rantai pasokan juga meningkat. Saya percaya bahwa bukan hanya Indonesia, tetapi seluruh dunia telah menderita, termasuk negara-negara kita,” ujar dia.

3. Eskalasi perang harus dicegah

potret rudal Iran (unsplash.com/Moslem Daneshzadeh)

Abdulla Salem AlDhaheri menegaskan, eskalasi perang harus dicegah dengan jalur diplomasi dan kerja sama internasional.

Dia mengatakan, UEA bersama GCC dan Yordania akan terus memilih stabilitas dibandingkan eskalasi, tanggung jawab dibandingkan reaksi, dan kerja sama dibandingkan konflik.

“Kami akan terus bekerja sama dengan para mitra internasional, termasuk Indonesia untuk mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama,” kata dia.

Editorial Team