Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bendera Denmark
Bendera Denmark (unsplash.com/Mark König)

Intinya sih...

  • Delegasi senator AS temui pemimpin Denmark dan Greenland

  • Trump sebut Greenland penting bagi keamanan AS

  • Senator AS lintas partai tolak rencana Trump terhadap Greenland

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Denmark dan Greenland pada Jumat (16/1/2026), meningkatkan upaya lobi terhadap anggota Kongres Amerika Serikat (AS) untuk menolak rencana Presiden Donald Trump yang berupaya menguasai wilayah Greenland.

Langkah diplomatik ini dilakukan sebagai bentuk penegasan posisi kedua pemerintahan bahwa Greenland bukan untuk dijual maupun diambil alih secara politik atau ekonomi.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, delegasi senator AS lintas partai (bipartisan) dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan anggota parlemen Denmark di Kopenhagen. Pertemuan ini bertujuan memperkuat dialog politik dan kerja sama strategis antara Denmark, Greenland, dan AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Arktik.

1. Delegasi senator AS temui pemimpin Denmark dan Greenland

Delegasi bipartisan dari Senat dan DPR AS yang dipimpin Senator Chris Coons (D-Delaware) dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, dan Ketua Pemerintah Greenland, Jens-Frederik Nielsen, di istana parlemen Christiansborg, Kopenhagen, pada Jumat (16/1/2026). Kunjungan ini merupakan kelanjutan dialog diplomatik setelah pertemuan sebelumnya di Washington antara Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Løkke Rasmussen, dan Menteri Luar Negeri Greenland, Vivian Motzfeldt dengan Wakil Presiden AS, JD Vance, serta Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.

"Jelas bahwa Presiden AS memiliki keinginan untuk menguasai Greenland. Hal tersebut sama sekali tidak dapat diterima," ujar Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Løkke Rasmussen, dilansir ABC News.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat membentuk kelompok kerja tingkat tinggi untuk mencari jalan penyelesaian bersama, dengan pertemuan pertama dijadwalkan berlangsung dalam beberapa minggu mendatang.

2. Trump sebut Greenland penting bagi keamanan AS

Presiden Donald Trump kembali menegaskan bahwa Greenland memiliki nilai strategis bagi keamanan nasional AS, terutama untuk menghalau pengaruh Rusia dan China di kawasan Arktik yang kaya sumber daya mineral.

“Kita akan lihat apa yang terjadi. Kita membutuhkan Greenland demi keamanan nasional,” ujar Trump.

Pemerintah Denmark dan Greenland menolak keras segala bentuk penawaran pembelian atau pengambilalihan paksa, dengan menegaskan bahwa Greenland merupakan wilayah otonom yang berdaulat di bawah Kerajaan Denmark. Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Løkke Rasmussen, menepis argumen Trump dengan menyatakan tidak ada ancaman langsung dari Rusia atau China yang tidak dapat diatasi oleh Denmark dan sekutunya.

Sementara itu, Senator AS Roger Wicker yang telah bertemu dengan utusan Denmark mengatakan bahwa masa depan hubungan antara AS, Denmark, dan Greenland tidak mencakup negosiasi kepemilikan wilayah tersebut.

“Sudah sangat jelas dari pihak Denmark dan Greenland bahwa masa depan itu tidak melibatkan negosiasi,” ujarnya, dikutip Bloomberg.

3. Senator AS lintas partai tolak rencana Trump terhadap Greenland

Sejumlah senator Republik dan Demokrat AS, termasuk Thom Tillis, Lisa Murkowski, dan Mitch McConnell, berjanji untuk menghalangi upaya Presiden Donald Trump dalam menggunakan kekuatan militer terhadap Greenland, dengan alasan langkah tersebut dapat merusak hubungan dan kepercayaan dalam aliansi NATO.

Senator Lisa Murkowski bersama Jeanne Shaheen dari Partai Demokrat juga mengusulkan undang-undang baru yang melarang penggunaan dana Departemen Pertahanan maupun Departemen Luar Negeri untuk tujuan blokade, pendudukan, atau operasi apa pun terhadap wilayah negara sekutu NATO.

Kunjungan delegasi bipartisan AS ke Kopenhagen saat ini bertujuan memperlihatkan dukungan lintas partai terhadap kedaulatan Denmark, sekaligus memperkuat kerja sama di kawasan Arktik dan hubungan dagang. Sebagai langkah penguatan, Denmark tahun lalu telah mengumumkan paket pertahanan Arktik senilai 6,5 miliar dolar AS (Rp109,6 triliun) guna meningkatkan kehadiran militer di wilayah Greenland.

Menteri Luar Negeri Greenland, Vivian Motzfeldt, mengatakan bahwa kelompok kerja yang dibentuk kedua pihak harus berfokus mencari solusi untuk menjawab kekhawatiran keamanan AS sambil tetap menghormati batas-batas kedaulatan Kerajaan Denmark, dilansir The Hill.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team