Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Usai Negosiasi, Kapal Tanker Malaysia Diizinkan Melintas di Selat Hormuz
Ilustrasi kapal tanker yang melewati Selat Hormuz. (Unsplash.com/Alexandr Popadin)
  • Iran mengizinkan kapal tanker minyak Malaysia melintas di Selat Hormuz setelah negosiasi diplomatik tingkat tinggi antara kedua negara.
  • Kebijakan ini menandai pelonggaran terbatas di tengah ketegangan kawasan, dengan akses pelayaran kini bersifat selektif bagi negara yang menjalin komunikasi diplomatik dengan Iran.
  • Selain Malaysia, Thailand juga memperoleh izin serupa setelah koordinasi diplomatik dengan pemerintah Iran untuk memastikan kelancaran jalur energi strategis tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Iran akhirnya memberikan izin bagi kapal tanker minyak Malaysia untuk melintas di Selat Hormuz, setelah melalui proses diplomasi tingkat tinggi.

Kebijakan ini menjadi sinyal pelonggaran terbatas di tengah ketegangan kawasan, yang sebelumnya membuat jalur energi vital dunia itu nyaris tertutup.

Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa akses pelayaran di Selat Hormuz kini bersifat selektif. Sejumlah negara yang melakukan pendekatan diplomatik dengan Iran mulai mendapatkan pengecualian, termasuk Malaysia dan Thailand.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan, kapal tanker negaranya diizinkan melintasi Selat Hormuz setelah pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Hal itu disampaikan Anwar di akun resmi X miliknya (@anwaribrahim), Jumat (27/3/2026). Berikut cuitan Anwar Ibrahim:

"Saya telah berhubung dengan Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian, bagi mendapatkan perkembangan terkini berhubung konflik Asia Barat yang kian meruncing.

Malaysia merakamkan takziah yang mendalam kepada seluruh rakyat Iran atas kehilangan besar yang menimpa kepimpinan tertinggi negara, termasuk tokoh politik, ketenteraan dan keselamatan, di samping nyawa tidak berdosa, termasuk kanak-kanak dan orang awam.

Malaysia mengecam sekeras-kerasnya serangan Israel yang didukung Amerika Syarikat ke atas Iran. Dalam masa yang sama, Malaysia turut menyatakan keprihatinan terhadap negara-negara sahabat di Teluk yang terkesan akibat konflik ini.

Malaysia mengutuk sebarang tindakan yang menyasarkan orang awam, kerana ia jelas melanggar undang-undang antarabangsa, prinsip kemanusiaan dan nilai keadilan. Saya turut mengambil maklum kesediaan Iran untuk berunding, dengan syarat penamatan perang secara muktamad.

Pengalaman lalu membuktikan bahawa gencatan senjata tanpa jaminan kukuh hanya akan mengulang kitaran keganasan, sebagaimana yang berlaku di Gaza dan Lebanon. Justeru, usaha damai mesti berteraskan keadilan, akauntabiliti dan komitmen berpanjangan.

Malaysia percaya keamanan sejati menuntut penyelesaian yang tuntas, demi menjamin keselamatan semua pihak serta memulihkan maruah kemanusiaan di rantau Asia Barat.

Saya turut menghargai penghargaan Presiden Pezeshkian terhadap sokongan Malaysia, dan komited untuk terus memperkukuh solidariti ini.

Sama-sama kita doakan agar konflik di Asia Barat dapat menemui jalan damai dengan kadar segera."

Selain Malaysia, kapal tanker dari Thailand juga diketahui mendapat izin melintas di Selat Hormuz. Kapal tersebut dapat melewati jalur strategis itu setelah adanya koordinasi diplomatik antara pemerintah Thailand dan Iran.

Editorial Team