Jakarta, IDN Times – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumpulkan komite darurat berisi pakar internasional pada Selasa (19/5/2026) untuk membahas pilihan vaksin dalam menghadapi wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo. Pertemuan itu digelar setelah penyebaran virus terus meningkat di sejumlah wilayah terdampak.
Wabah kali ini dipicu strain Bundibugyo yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun pengobatan khusus yang disetujui secara resmi. Berdasarkan data medis, tingkat kematian strain tersebut tercatat mencapai 50 persen.
Dilansir The Globe and Mail, Menteri Kesehatan Kongo, Samuel Roger Kamba, menyampaikan jumlah korban tewas diperkirakan telah naik menjadi 131 orang dari 513 kasus suspek. Sebelumnya, laporan resmi mencatat 91 kematian dari 350 kasus yang dicurigai, meski pemerintah masih mendalami apakah seluruh kasus tersebut benar berkaitan dengan Ebola.
