Jakarta, IDN Times - Ilmuwan di Badan Kesehatan Dunia (WHO) mewanti-wanti agar tidak berharap, kehidupan manusia pada 2021 sudah bisa normal seperti sebelum mewabahnya virus corona atau COVID-19. Sebab, vaksin COVID-19 baru akan didistribusikan secara merata di seluruh dunia pada 2022.
Dikutip dari harian Hong Kong, South China Morning Post (SCMP), Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan mengatakan, melalui inisiatif COVAX, ratusan juta dosis vaksin COVID-19 baru akan terkumpul pada pertengahan 2021. Artinya, bila lancar, maka proses pendistribusian vaksin ke 170 negara yang ikut COVAX, baru terwujud pada pertengahan tahun depan.
Sayangnya, pada pertengahan 2021, pasokan vaksin tidak akan cukup untuk dibagikan ke semua negara. Produksi vaksin akan terus ditingkatkan dan mencapai target dua miliar dosis pada akhir 2021. Oleh sebab itu, kebiasaan mengenakan masker dan menjaga jarak tetap harus dilakukan pada tahun depan.
"Oleh sebab itu, prediksi orang kebanyakan bahwa pada Januari tahun depan Anda sudah diimunisasi, lalu dunia akan kembali normal, bukan begitu caranya mengakhiri pandemik ini," ungkap Swaminathan, Kamis 17 September 2020.
"Prediksi kami (vaksin baru akan didistribusikan) pada pertengahan 2021. Sebab, pada pertengahan tahun depan kita baru menyaksikan hasil dari beberapa uji klinis vaksin," tutur dia lagi.
Sayangnya, tidak semua negara setuju dengan prediksi WHO. Tiongkok, Amerika Serikat, dan Indonesia sudah siap tancap gas mendistribusikan vaksin agar bisa kembali ke kehidupan normal. Apakah itu akan berhasil?
