Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi Venezuela (pexels.com/Arthur A)
ilustrasi Venezuela (pexels.com/Arthur A)

Intinya sih...

  • KBRI Caracas memastikan keselamatan WNI di Venezuela.

  • Pemerintah Indonesia mengimbau WNI untuk tetap tenang dan waspada.

  • Amerika Serikat menyerang Venezuela, Presiden Maduro ditangkap oleh militer AS.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela mengejutkan banyak pihak. Pemerintah Indonesia memastikan warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Venezuela dalam keadaan aman.

“Pemerintah Indonesia melalui KBRI Caracas terus memantau secara saksama perkembangan situasi di

Venezuela. Bersama seluruh perwakilan RI di kawasan, KBRI Caracas secara aktif memastikan kondisi dan keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia yang berada di Venezuela,” kata Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataan, Sabtu (3/1/2026).

“Saat ini, seluruh WNI di Venezuela dilaporkan dalam keadaan aman,” sambung mereka.

Dalam pernyataan tersebut, Pemerintah Indonesia mengimbau para WNI untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta terus menjalin komunikasi dengan KBRI Caracas.

“Indonesia juga menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah de-eskalasi dan dialog, serta tetap mengutamakan perlindungan terhadap warga sipil,” seru Kemlu dalam pernyataannya.

Indonesia juga menegaskan, pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB.

Amerika Serikat (AS) menyerang Venezuela. Para pejabat AS mengkonfirmasi Presiden Donald Trump telah memerintahkan serangan di Venezuela tidak lama setelah laporan mulai muncul tentang ledakan dan pesawat terbang rendah di ibu kota negara itu.

Venezuela mengatakan serangan itu menargetkan situs sipil dan militer di kota Caracas dan negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira. Pemerintah berjanji untuk membela diri terhadap serangan yang tampak tersebut, dan menuduh AS berupaya melakukan perubahan rezim.

Di sisi lain, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap. Maduro dan istrinya ditangkap oleh anggota Delta Force, unit misi khusus terbaik militer AS, kata para pejabat AS kepada CBS News.

Trump mengatakan, ia akan menyampaikan rinciannya dalam jumpa pers pada pukul 11.00 waktu setempat atau 23.00 WIB.

Editorial Team