Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, pada Rabu (11/2/2026) menyatakan bahwa negaranya hanya akan menggelar pemilu setelah memiliki jaminan keamanan dan tercapainya gencatan senjata dengan Rusia.
Berdasarkan konstitusi Ukraina, penyelenggaraan pemilu nasional saat negara berada dalam status darurat militer adalah ilegal. Ukraina memberlakukan darurat militer pada 24 Februari 2022, hari ketika Rusia melancarkan invasi skala penuh ke negara tersebut.
“Kami akan menuju pemilu ketika semua jaminan keamanan yang diperlukan telah tersedia. Saya sudah mengatakan bahwa ini sangat sederhana untuk dilakukan: wujudkan gencatan senjata, dan pemilu akan digelar,” kata Zelenskyy kepada para wartawan melalui pesan suara, dikutip dari France24.
