Davos, IDN Times - "Kami punya rencana induknya. Tidak ada plan B." Ucapan itu datang dari Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald J. Trump yang juga arsitek 20 Rencana Trump untuk Solusi Perang di Gaza.
Di Congress Hall, ruangan pertemuan utama di tengah gedung Congress Center, lokasi pelaksanaan Forum Ekonomi Dunia (WEF), termasuk WEF 2026, Kushner dengan percaya diri berdiri di podium, di depan 1.300-an peserta undangan, termasuk seratusan delegasi AS. Selama 20-an menit dia menyampaikan New Gaza Plan, Rencana Baru untuk Gaza.
Gaya dan presentasinya lebih seperti pengusaha properti di depan calon investor. Kushner tampil setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbusa-busa pidato memuji inisiatif bosnya, Presiden Trump, untuk perdamaian di Gaza.
Ini sesinya AS. "Kami tidak tahu formatnya seperti apa," kata seorang staf WEF saat saya tanyai. Semua sesi di WEF, tahun ini sekitar 300-an, biasanya disiarkan langsung lewat platform aplikasi Forum Live WEF. Tapi, tidak untuk sesi "Board of Peace" atau BOP ini. Dalam jadwal resmi sebelumnya, ada sesi tentang agenda BOP, tanggal 22 Januari 2026 atau hari keempat WEF 2026 yang dimulai 19 Januari. Di situ dicantumkan, pukul 11.30 waktu setempat ada sesi BOP dengan pembicara termasuk Jared Kushner, Marco Rubio, Steve Witkoff (Utusan Khusus Trump Urusan Perdamaian). Trump tercantum sebagai pembuka acara.
Tidak ada informasi bahwa di acara ini akan dilakukan pengumuman resmi anggota pendiri BOP, apalagi mengundang level kepala pemerintahan. Di forum WEF, dari tahun ke tahun, memang hal lumrah mengundang kepala pemerintahan menjadi pembicara utama. Biasanya dilakukan di Congress Hall. Tapi, tidak dihadiri oleh kepala pemerintahan lain. Paling yang hadir di deretan depan adalah level menteri, termasuk dari negara lain. Kepala pemerintahan biasanya memonitor pidato mitranya lewat siaran langsung. Seperti halnya Presiden Prabowo, misalnya, menonton presiden atau kepala pemerintahan lain termasuk Presiden Trump yang tahun ini pidato pada 21 Januari, siang hari.
Saya mendeteksi akan ada sesi "istimewa" ini Ketika mendapatkan informasi bahwa Menteri Luar Negeri RI, Soegiono, tiba lebih dahulu di Davos, setelah mendampingi acara Presiden di London, Inggris. Menlu Soegiono hadir di pertemuan BOP undangan pihak AS, 20 Januari malam. "Pertemuan tertutup, tidak ada foto," kata juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang, saat saya tanyai lewat pesan singkat.
Presiden tiba di Davos, 21 Januari sore jelang malam, dan dijadwalkan hadir di sesi pertama "Indonesia Night", pukul 19.00 dengan undangan khusus. Sesi kedua adalah untuk hadirin lebih banyak, Indonesia Night di WEF Davos selalu dihadiri ribuan orang, karena menyajikan makanan prasmanan penuh kuliner kita, dan pertunjukan budaya. Paviliun lain biasanya cuma menyajikan penganan kecil.
Tapi, malam itu Presiden batal hadir di Indonesia Night. Hadirin kecewa, tetapi memahami situasinya. Acara dengan Presiden selalu harus siap berubah-ubah.
