Kita belum sepenuhnya sadar bahwa selama ini kita sangat bergantung pada sumber energi tak terbarukan, seperti bahan bakar fosil. Mengutip dari situs International Energy Agency, pada tahun 2021, dunia telah memompa 36,3 gigaton emisi karbon dari bahan bakar fosil ke atmosfer, naik 6% dari tahun sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi. Lalu, apakah kita mampu bertanggung jawab atas sebagian besar emisi karbon yang dihasilkan dari bahan bakar fosil tersebut? Jawabannya adalah kita mampu. Namun, memang butuh waktu.
Seperti yang kita tahu, sumber energi tak terbarukan itu jumlahnya terbatas. Jika kita terus menggunakannya, suatu saat pasti akan habis. Maka dari itu, kita perlu beralih dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan. Mengapa kita harus cepat beralih? Selain untuk mengurangi emisi karbon, kita juga bisa berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di dunia, termasuk di Indonesia. Sesuai dengan tujuan nomor 7 dalam SDGs, yaitu energi bersih dan terjangkau.
