Saking besarnya pengaruh pembayaran digital, ini menjadi salah satu bahasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. G20 atau Group of Twenty merupakan forum beranggotakan 19 negara dan Uni Eropa yang dibentuk untuk mengatasi masalah ekonomi global dengan Indonesia yang didapuk sebagai tuan rumah KTT G-20 tahun ini.
Presidensi G-20 Indonesia 2022 ini mengusung tema Recover Together, Recover Stronger. Ada tiga isu prioritas utama dalam pertemuan besar ini, yaitu arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi berkelanjutan. Puncak acara akan berlangsung pada November 2022 di Bali.
Dalam side event yang berlangsung mulai tanggal 14--19 Februari 2022, para pemangku kebijakan membahas pentingnya pembayaran digital sebagai salah satu upaya untuk memulihkan perekonomian nasional. Bank Indonesia (BI) juga telah melakukan berbagai upaya untuk mensuksesan akselerasi ekonomi digital. Mulai dari mempercepat konsolidasi atas industri sistem pembayaran perbankan maupun fintech, mengembangkan infrastruktur sistem pembayaran yang terintegrasi, hingga digitalisasi UMKM.
Deputi Gubernur Aida menekankan bahwa digitalisasi sistem pembayaran memungkinkan kegiatan ekonomi menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan. Digitalisasi ekonomi juga memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat serta dapat menurunkan ketimpangan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, juga menyampaikan bahwa pemerataan pembayaran digital dapat menguntungkan sektor pariwisata, seperti meningkatkan jumlah wisatawan dan transaksi. Di sektor perbankan, pembayaran digital mampu meningkatkan transaksi nasabah.
Namun, semua strategi ini hanya akan efektif dan bermanfaat apabila seluruh pemangku kepentingan bekerja dengan pendekatan yang inovatif dan kolaboratif. Dan, tentunya mendapat dukungan dari masyarakat itu sendiri.