Beberapa tahun ini telah terjadi banyak peristiwa yang sangat menarik untuk diamati, terutama pada permasalahan diskriminasi dan rasisme. Diskriminasi seolah-olah menjadi suatu hal yang wajar di Indonesia, meskipun semboyan Negara Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika atau memiliki arti 'berbeda-beda tetapi tetap satu'. Beberapa minggu yang lalu telah terkuak mengenai kejadian intoleransi dalam institusi pendidikan yang ternyata sudah cukup lama mewabah di Indonesia, bahwa siswi beragama non-muslim dipaksa oleh pihak sekolah negeri untuk menggunakan hijab.
Banyak kejadian intoleransi lainnya yang terjadi pada waktu dekat ini, seperti pembubaran kegiatan kebaktian, penyerangan terhadap tempat ibadah, tindakan terorisme, dan lain sebagainya. Bahkan, kasus intoleransi pun dapat diamati tidak hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri, contohnya seperti peristiwa Black Lives Matter, persekusi terhadap etnis Asia di Eropa karena pandemi COVID-19, Islamophobia di negara-negara barat, dan lain sebagainya. Mengapa intoleransi banyak terjadi dan apa yang harus dilakukan agar dunia mampu menerima perbedaan? Artikel ini akan membahas diskriminasi terutama dari sisi psikologi sosial :
![[OPINI] Apakah Intoleransi Suatu Hal yang Wajar?](https://image.idntimes.com/post/20210125/ali-yahya-tn224epst1e-unsplash-2-71201ebce3ee36986f26ae28527c2107-42b1b60850e9cf15a12d79ef721ed50f.jpg)