Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi kepiting (unsplash.com/Mackenzie Cruz)
ilustrasi kepiting (unsplash.com/Mackenzie Cruz)

Intinya sih...

  • Bintang laut memiliki kemampuan regenerasi tinggi, dengan sel khusus yang membentuk jaringan baru secara bertahap.

  • Hiu memiliki sistem imun kuat dan metabolisme efisien untuk menyembuhkan luka dengan cepat.

  • Rusa memiliki pertumbuhan tanduk yang sangat cepat, dipengaruhi oleh hormon dan nutrisi yang cukup.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kemampuan tubuh hewan untuk pulih dari cedera sebetulnya merupakan salah satu hal menarik dalam kajian biologi dan ilmu pengetahuan. Proses pemulihan tidak hanya melibatkan soal penyembuhan luka, namun juga mekanisme kompleks yang akan bekerja secara bertahap di dalam tubuh hewan.

Setiap spesies pasti memiliki cara yang berbeda untuk memperbaiki jaringan yang rusak, namun hal ini tergantung pada struktur tubuh dan lingkungan hidupnya. Berikut ini merupakan beberapa fakta ilmiah tentang cara tubuh hewan pulih dari cedera secara alami dan bisa kembali beraktivitas secara normal.

1. Bintang laut

ilustrasi bintang laut (unsplash.com/David Clode)

Bintang laut dikenal memiliki kemampuan regenerasi yang sangat tinggi bahkan bisa menumbuhkan kembali lengannya yang terputus. Proses ini terjadi karena memang terdapat sel khusus yang bisa berubah fungsi menjadi jaringan baru sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.

Regenerasi pada bintang laut berlangsung secara bertahap dan hal ini memerlukan energi yang cukup besar. Selama proses pemulihan berlangsung, maka tubuhnya akan memprontasikan pembentukan jaringan penting sebelum nantinya menyempurnakan struktur tubuh secara keseluruhan.

2. Hiu

ilustrasi hiu (pexels.com/Mile Ribeiro)

Hiu dikenal memiliki sistem imun yang sangat kuat, sehingga luka pada tubuhnya bisa sembuh dengan lebih cepat jika dibandingkan dengan hewan lainnya. Kulit hiu mengandung adanya struktur khusus yang dapat mencegah risiko infeksi ketika mengalami cedera.

Metabolisme hiu mendukung adanya proses regenerasi jaringan secara lebih efisien. Hal ini dapat membuat luka terbuka yang terdapat pada tubuh hiu jadi bisa menutup dengan cepat, meski hiu hidup di kondisi lingkungan yang penuh dengan bakteri.

3. Rusa

ilustrasi rusa (pexels.com/SM Production)

Tanduk rusa merupakan salah satu jaringan yang paling cepat tumbuh di dunia hewan. Apabila tanduk lama rusa mulai lepas, maka tubuh rusa nantinya akan secara otomatis membentuk jaringan baru melalui proses pertumbuhan sel yang terjadi sangat aktif.

Proses pemulihan dipengaruhi oleh hormon dan juga nutrisi yang dianggap cukup. Pertumbuhan tanduk baru pada rusa menunjukkan bagaimana kemampuan tubuhnya bisa mengatur regenerasi jaringan keras secara lebih terkontrol.

4. Kepiting dapat menumbuhkan kembali capit yang hilang

ilustrasi kepiting (unsplash.com/Francesco Ungaro)

Kepiting memiliki sistem mekanisme regenerasi yang dapat memungkinkan capit atau kaki yang hilang untuk tumbuh kembali. Proses ini pada umumnya terjadi setelah kepiting mengalami proses pergantian kulit atau yang dikenal sebagai molting.

Selama fase pertumbuhan tersebut, maka tubuh kepiting akan mengarahkan energi untuk membentuk adanya jaringan baru secara perlahan. Meski mungkin ukuran awalnya lebih kecil, namun capit baru akan terus berkembang Seiring berjalannya waktu hingga mendekati ukuran normal.

Kemampuan hewan dalam memulihkan diri dari cedera menunjukkan betapa kompleks dan efisiensinya sistem biologis yang ada di alam. Fakta-fakta ilmiah di atas bukan hanya dapat memperluas wawasan, namun juga memberi inspirasi bagi penelitian medis dan degenerasi jaringan pada manusia. Hewan-hewan di atas pun bisa memulihkan cedera dengan cara yang lebih efektif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team