Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Ait Benhaddou, Desa Tanah Liat yang Jadi Lokasi Film Dunia
Ait Benhaddou, Maroko (unsplash.com/Toa Heftiba)
  • Ait Benhaddou adalah desa kuno di Maroko dengan arsitektur tanah liat khas Afrika Utara, menampilkan bangunan bertingkat, tembok tinggi, dan menara penjaga yang menciptakan suasana historis nan eksotis.
  • Desa ini diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia sejak 1987 karena nilai sejarah dan keunikan arsitekturnya, serta menjadi destinasi wisata budaya yang terus dilestarikan melalui upaya konservasi.
  • Ait Benhaddou terkenal sebagai lokasi syuting film internasional seperti Gladiator dan Game of Thrones, sekaligus menyimpan sejarah penting sebagai pusat perdagangan kuno di jalur Sahara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah lanskap gurun yang luas di Maroko, berdiri sebuah desa kuno yang tampak seperti potongan sejarah yang masih bertahan hingga sekarang. Desa tersebut bernama Ait Benhaddou, sebuah permukiman tradisional yang dibangun dari tanah liat dengan arsitektur khas Afrika Utara. Struktur bangunannya yang bertingkat, tembok tinggi, dan menara penjaga membuat desa ini terlihat dramatis sekaligus eksotis.

Keunikan arsitektur serta atmosfer kunonya membuat Ait Benhaddou sering dipilih sebagai lokasi berbagai produksi film berskala internasional. Desa ini seolah membawa suasana masa lampau yang sulit ditemukan di tempat lain. Bahkan banyak orang menyebutnya seperti set film alami yang tidak memerlukan banyak dekorasi tambahan. Jika tertarik dengan sejarah, arsitektur, sekaligus dunia perfilman, desa ini memiliki banyak cerita menarik untuk dijelajahi. Yuk kenali berbagai fakta menarik tentang Ait Benhaddou!

1. Desa kuno dengan arsitektur tanah liat khas Maroko

Ait Benhaddou, Maroko (unsplash.com/Markus Wagner)

Ait Benhaddou dikenal sebagai contoh arsitektur tradisional yang disebut ksar. Istilah tersebut merujuk pada desa berbenteng yang dibangun dari tanah liat, jerami, dan kayu sebagai bahan utama. Bangunan-bangunan di desa ini memiliki warna cokelat kemerahan yang menyatu dengan lanskap gurun di sekitarnya.

Struktur rumah biasanya bertingkat dengan menara kecil di setiap sudutnya. Dindingnya tebal dan kuat untuk melindungi penghuni dari panas gurun yang ekstrem. Selain itu, gang-gang sempit di antara bangunan membuat desa ini terasa seperti labirin yang penuh karakter. Kombinasi arsitektur tersebut membuat Ait Benhaddou terlihat sangat unik dan mudah dikenali.

2. Berstatus situs warisan dunia UNESCO

Ait Benhaddou, Maroko (unsplash.com/Raúl Mermans García)

Keunikan arsitektur dan nilai sejarahnya membuat Ait Benhaddou mendapat pengakuan internasional. Pada tahun 1987, desa ini resmi masuk dalam daftar World Heritage Site oleh UNESCO. Status tersebut diberikan karena desa ini dianggap sebagai contoh luar biasa dari arsitektur tradisional di wilayah Afrika Utara.

Pengakuan tersebut juga membantu menjaga kelestarian desa dari kerusakan atau pembangunan modern yang berlebihan. Banyak upaya konservasi dilakukan agar struktur bangunan tanah liat tetap terawat. Selain itu, status warisan dunia juga membuat Ait Benhaddou semakin dikenal oleh wisatawan dari berbagai negara.

3. Lokasi syuting banyak film terkenal

Ait Benhaddou, Maroko (unsplash.com/Jannes Jacobs)

Salah satu alasan Ait Benhaddou sangat terkenal adalah perannya sebagai lokasi syuting berbagai film dunia. Lanskap gurun serta bangunan kunonya menghadirkan suasana epik yang sulit ditemukan di tempat lain. Oleh karena itu, banyak sutradara memilih desa ini sebagai latar cerita.

Beberapa film terkenal yang mengambil lokasi di desa ini antara lain Gladiator, The Mummy, dan Prince of Persia: The Sands of Time. Selain film layar lebar, serial populer seperti Game of Thrones juga pernah menggunakan desa ini sebagai lokasi syuting. Kehadiran berbagai produksi tersebut membuat Ait Benhaddou semakin populer di kalangan pencinta film dan wisata.

4. Pernah menjadi pusat perdagangan di jalur Sahara

Ait Benhaddou, Maroko (unsplash.com/rigel)

Sebelum terkenal sebagai lokasi film, Ait Benhaddou memiliki peran penting dalam sejarah perdagangan kawasan Sahara. Desa ini terletak di jalur perdagangan kuno yang menghubungkan wilayah Sahara dengan kota Marrakech. Para pedagang sering melewati jalur ini untuk membawa emas, garam, hingga rempah dari Afrika menuju wilayah Mediterania.

Posisi strategis tersebut membuat desa ini berkembang sebagai tempat singgah para pedagang. Benteng dan menara yang ada di desa juga berfungsi sebagai perlindungan dari serangan perampok. Dengan demikian, Ait Benhaddou bukan hanya desa indah, tetapi juga saksi sejarah perjalanan perdagangan di kawasan Afrika Utara.

5. Masih dihuni meski sebagian telah pindah

Ait Benhaddou, Maroko (unsplash.com/Polina Kocheva)

Seiring perkembangan zaman, sebagian besar penduduk Ait Benhaddou telah pindah ke desa modern yang berada di seberang sungai. Perpindahan tersebut terjadi karena fasilitas modern seperti listrik dan air lebih mudah diperoleh di wilayah baru. Namun demikian, beberapa keluarga masih memilih tinggal di dalam desa kuno tersebut.

Kehadiran penduduk yang masih bertahan membuat suasana desa tetap hidup. Mereka menjaga tradisi serta cara hidup yang telah berlangsung selama berabad-abad. Aktivitas sehari-hari seperti berdagang kerajinan tangan dan menerima wisatawan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Ait Benhaddou merupakan perpaduan menarik antara sejarah, arsitektur, dan dunia perfilman. Desa tanah liat ini tidak hanya menawarkan pemandangan unik, tetapi juga menyimpan kisah panjang tentang perdagangan dan budaya Afrika Utara. Setiap sudutnya seolah menghadirkan perjalanan waktu yang membawa imajinasi kembali ke masa lampau.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team