Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Fisherman’s Bastion, Perayaan Seribu Tahun Berdirinya Hungaria
Fisherman’s Bastion (commons.m.wikimedia.org/Perituss)
  • Fisherman’s Bastion dibangun tahun 1902 di Bukit Kastil Buda sebagai monumen peringatan seribu tahun berdirinya Hungaria, bukan benteng pertahanan seperti yang sering disangka.
  • Tujuh menara batu melambangkan tujuh suku Magyar pendiri Hungaria, dengan patung Raja Stephen I di tengah sebagai simbol persatuan bangsa.
  • Bangunan ini direstorasi pasca Perang Dunia II oleh János Schulek dan kini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO serta ikon wisata utama Budapest.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Fisherman’s Bastion atau Halászbástya merupakan bangunan ikonik yang terletak di Bukit Kastil Buda, Budapest. Bangunan berwarna putih ini berdiri berdampingan dengan Gereja Matthias dan menjadi salah satu destinasi utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Hungaria karena gaya arsitekturnya yang khas.

Meskipun sering dianggap sebagai bangunan pertahanan, Fisherman’s Bastion sebenarnya dibangun sebagai monumen peringatan seribu tahun berdirinya negara Hungaria. Bangunan ini menyimpan sejarah panjang, mulai dari peran komunitas nelayan di masa lalu hingga proses restorasi besar-besaran setelah mengalami kerusakan parah pada masa Perang Dunia II.

1. Asal-usul nama dari perkumpulan nelayan di bawah benteng

Fisherman’s Bastion (commons.m.wikimedia.org/Ermell)

Nama Fisherman’s Bastion berasal dari sejarah gilda atau serikat pekerja nelayan yang bertugas menjaga bagian tembok kota tersebut pada masa lalu. Lokasi ini juga berdekatan dengan permukiman nelayan yang dikenal sebagai Fishtown atau Halászváros di wilayah pinggiran sungai.

Para nelayan ini memiliki peran penting dalam keamanan kota. Pada waktu damai, mereka berjualan ikan di pasar dekat Gereja Matthias, namun saat terjadi perang, mereka bertanggung jawab mempertahankan tembok kastil. Nama bangunan ini pun dipilih untuk menghormati jasa dan peran komunitas nelayan tersebut bagi masyarakat Buda.

2. Menara tinggi yang jadi lambang tujuh suku leluhur

Fisherman’s Bastion (commons.m.wikimedia.org/Ank Kumar)

Bangunan yang selesai dibangun pada tahun 1902 ini menggunakan gaya arsitektur Neo-Romanesque dan Neo-Gotik. Sejak awal, arsitek Frigyes Schulek merancang tempat ini sebagai area observasi dan dekorasi untuk merayakan Milenium Hungaria, bukan sebagai benteng militer yang berfungsi secara teknis.

Terdapat tujuh menara batu yang melambangkan tujuh kepala suku Magyar yang mendirikan Hungaria pada tahun 895 Masehi. Di bagian tengah, terdapat patung Raja Stephen I yang merupakan tokoh pemersatu suku-suku tersebut. Penataan ini sengaja dibuat untuk menggambarkan sejarah peralihan bangsa Hungaria menuju negara yang bersatu.

3. Penemuan reruntuhan gereja tua saat proses pembangunan

Fisherman’s Bastion (commons.m.wikimedia.org/Slyronit)

Saat proses penggalian fondasi antara tahun 1899 hingga 1902, para pekerja menemukan banyak artefak sejarah yang terkubur. Penemuan tersebut meliputi batu nisan kuno serta reruntuhan tempat suci dari sebuah gereja Dominikan abad ke-13 yang sebelumnya tidak diketahui keberadaannya.

Meski beberapa bagian reruntuhan terpaksa dibongkar demi stabilitas bangunan baru, arsitek berhasil menyelamatkan Kapel Santo Michael yang sempat terlupakan selama ratusan tahun. Frigyes Schulek kemudian mengubah rencana awal pembangunan agar struktur kapel abad pertengahan ini tetap dapat dipertahankan di dalam area bastion.

4. Perbaikan bangunan oleh anak sang arsitek setelah perang

Fisherman’s Bastion (commons.m.wikimedia.org/Perituss)

Fisherman’s Bastion sempat mengalami kerusakan berat akibat pertempuran yang terjadi di kawasan Bukit Kastil Buda selama Perang Dunia II. Kondisi struktur yang hampir hancur membuat pemerintah harus melakukan upaya pemulihan besar-besaran untuk mengembalikan bentuk asli bangunan tersebut.

Proyek restorasi ini dipimpin oleh János Schulek, yang merupakan anak dari arsitek asli bangunan ini, Frigyes Schulek. Proses perbaikan dimulai pada tahun 1947 dan baru benar-benar selesai sepenuhnya pada tahun 1953. Kerja keras dua generasi keluarga Schulek ini memastikan bangunan bersejarah tersebut tetap berdiri hingga saat ini.

5. Pengakuan dunia untuk bangunan bersejarah di Budapest

Fisherman’s Bastion (commons.m.wikimedia.org/Nikolai Karaneschev)

Fisherman’s Bastion telah diakui secara internasional dan masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1987. Bangunan ini dianggap memiliki nilai universal karena menyatu secara harmonis dengan lanskap bersejarah di sepanjang Sungai Donau dan kawasan Kastil Buda.

Selain menjadi objek wisata, tempat ini merupakan simbol identitas nasional bagi warga Hungaria. Keberadaannya menunjukkan upaya bangsa dalam menjaga warisan sejarahnya meskipun pernah menghadapi kehancuran akibat perang. Saat ini, pemandangan lampu-lampu di bastion tersebut menjadi ciri khas utama kota Budapest pada malam hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team