Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Gereja Temppeliaukio, Rumah Ibadah Unik dari Batu Granit
Gereja Temppeliaukio (commons.m.wikimedia.org/Link)
  • Gereja Temppeliaukio di Helsinki dibangun langsung di dalam batu granit dan resmi dibuka tahun 1969, hasil rancangan arsitek Timo dan Tuomo Suomalainen.
  • Desainnya memadukan elemen alam dan modern dengan dinding batu alami, kubah tembaga rendah, serta pencahayaan alami dari 180 jendela kaca melingkar.
  • Kualitas akustik gereja yang luar biasa menjadikannya lokasi konser populer, sekaligus tetap berfungsi sebagai tempat ibadah Lutheran aktif dan destinasi wisata utama Finlandia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Gereja Temppeliaukio yang terletak di distrik Töölö, Helsinki, merupakan bangunan ikonik yang dibangun langsung di dalam bukit batu granit. Gereja Lutheran ini dirancang oleh arsitek Timo dan Tuomo Suomalainen dan resmi dibuka untuk umum pada tahun 1969.

Bangunan yang dikenal dengan sebutan Rock Church ini memadukan unsur alam dengan arsitektur modern. Saat ini, Temppeliaukio menjadi salah satu destinasi wisata utama di Finlandia yang menarik kunjungan ratusan ribu wisatawan setiap tahunnya.

1. Sejarah pembangunan yang sempat tertunda perang dunia

Gereja Temppeliaukio (commons.m.wikimedia.org/Lauren Stevens)

Rencana pembangunan gereja di kawasan Temppeliaukio sudah ada sejak tahun 1930-an. Kompetisi desain kedua yang diadakan pada tahun 1936 sempat menghasilkan rancangan dari J. S. Sirén, namun proses pembangunannya terhenti akibat pecahnya Perang Dunia II pada tahun 1939.

Setelah situasi kondusif, kompetisi ketiga diadakan pada tahun 1961 yang dimenangkan oleh Timo dan Tuomo Suomalainen dengan konsep "Kivikirkko". Meski sempat mengalami penyesuaian ukuran karena keterbatasan anggaran pascaperang, pembangunan akhirnya dimulai pada Februari 1968 dan selesai pada September 1969.

2. Desain bangunan yang menyatu dengan dinding batu alam

Gereja Temppeliaukio (commons.m.wikimedia.org/Inhorw)

Arsitektur gereja ini mempertahankan kondisi asli batuan granit di lokasi tersebut. Alih-alih meratakan lahan, arsitek memilih membenamkan bangunan ke dalam batu. Dari luar, pengunjung hanya akan melihat kubah tembaga yang posisinya rendah, sehingga bangunan tampak menyatu dengan lingkungan sekitarnya.

Di bagian dalam, dinding gereja berupa batu granit kasar yang dibiarkan alami tanpa plester. Cahaya matahari masuk melalui 180 jendela kaca yang terletak di antara dinding batu dan kubah tembaga. Pola pencahayaan ini memberikan penerangan alami yang berubah-ubah sesuai dengan posisi matahari sepanjang hari.

3. Atap tembaga dengan struktur penyangga beton

Gereja Temppeliaukio (commons.m.wikimedia.org/Pertsaboy)

Atap gereja berbentuk kubah datar yang dilapisi oleh kawat tembaga sepanjang 22 kilometer. Struktur ini tidak menempel langsung pada dinding batu, melainkan ditopang oleh balok-balok beton bertulang yang menyalurkan beban ke dasar batuan.

Desain ini menciptakan celah melingkar yang memberikan kesan atap seolah terpisah dari dinding di bawahnya. Penggunaan material tembaga dan beton ini bertujuan untuk menyelaraskan struktur buatan manusia dengan tekstur alami dinding batu yang tidak beraturan.

4. Kualitas suara yang dihasilkan oleh permukaan dinding batu

Gereja Temppeliaukio (commons.m.wikimedia.org/Link)

Gereja Temppeliaukio memiliki kualitas akustik yang dinilai sangat baik untuk pertunjukan musik. Dinding batu granit yang kasar berfungsi memantulkan suara secara alami, sehingga menghasilkan resonansi yang jernih. Karakter suara ini muncul karena perpaduan material batu dan logam pada bagian atap.

Kelebihan ini membuat Temppeliaukio sering digunakan sebagai lokasi konser musik, terutama musik klasik dan paduan suara. Dalam setahun, gereja ini bisa menyelenggarakan hingga 400 kegiatan musik, menjadikannya salah satu ruang konser yang aktif di pusat kota Helsinki.

5. Destinasi wisata yang dikunjungi jutaan orang

Gereja Temppeliaukio (commons.m.wikimedia.org/ArildV)

Sebagai salah satu markah tanah penting di Helsinki, gereja ini mencatatkan angka kunjungan yang tinggi. Pada tahun 2019, tercatat sebanyak 938 ribu orang mengunjungi bangunan ini. Selain menjadi objek wisata, gereja ini telah ditetapkan sebagai bangunan yang dilindungi oleh pemerintah sejak tahun 2004.

Meski menjadi tujuan turis, Temppeliaukio tetap berfungsi sebagai tempat ibadah Lutheran yang aktif. Ibadah rutin diselenggarakan setiap hari Minggu, dan pada saat tersebut area gereja tertutup untuk aktivitas wisata guna menjaga kekhidmatan prosesi keagamaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team