potret hiu epaulette yang lebih aktif di malam hari (commons.wikimedia.org/Richard Ling)
Hiu epaulette dikenal sebagai hewan nokturnal, yaitu lebih aktif pada waktu senja hingga malam hari. Saat air laut surut, ia biasanya mulai keluar untuk mencari makan di dataran terumbu karang dan kolam pasang surut. Aktivitas berburu ini umumnya terjadi saat cahaya mulai redup, karena pada waktu tersebut mangsanya seperti krustasea kecil, ikan kecil, dan cacing laut lebih mudah ditemukan.
Ketika mencari makan, hiu epaulette memanfaatkan indera penciuman dan kemampuan mendeteksi sinyal listrik lemah dari mangsa yang tersembunyi di pasir atau celah karang. Ia bahkan mendorong moncongnya ke dalam pasir dan menggoyangkan tubuhnya untuk menangkap hewan yang bersembunyi. Pola aktivitas yang lebih dominan pada malam hari ini membantu hiu epaulette mengurangi risiko dari predator sekaligus meningkatkan peluang mendapatkan makanan.
Keunikan hiu epaulette menunjukkan bahwa dunia hiu jauh lebih beragam dari yang sering dibayangkan. Dari kemampuannya berjalan di dasar laut hingga kebiasaannya aktif di malam hari, spesies ini menjadi contoh menarik tentang adaptasi luar biasa di ekosistem terumbu karang. Mengenalnya lebih dekat membantu kita memahami sekaligus menghargai kekayaan kehidupan laut yang perlu dijaga.