Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Iguana Darat Pink Galapagos, Spesies Baru yang Terancam Punah
Iguana darat pink galapagos (commons.wikimedia.org/Bernard Gagnon)
  • Iguana darat pink Galapagos resmi diidentifikasi sebagai spesies baru pada 2009 setelah penelitian panjang sejak penemuan awal tahun 1986 di Gunung Berapi Wolf, Pulau Isabela.
  • Reptil berwarna merah muda ini hidup di area kering Kepulauan Galapagos, aktif berjemur pagi hari, berteduh siang hari, dan tidur di liang tanah saat malam untuk menjaga suhu tubuh.
  • Meskipun herbivora yang memakan buah serta bantalan kaktus, populasi iguana ini menurun drastis akibat predator alami dan hewan invasif sehingga kini berstatus terancam punah menurut IUCN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada 2 jenis besar iguana di Galapagos yakni iguana darat dan laut dengan berbagai sub spesiesnya. Spesifik pembahasan kali ini mengupas iguana darat pink galapagos.

Sebenarnya iguana darat pink galapagos adalah spesies yang baru diidentifikasi secara resmi pada tahun 2009 dan sudah ditemukan sejak 1986. Uniknya, meskipun terhitung spesies baru dibandingkan jenis iguana lain, iguana darat pink galapagos berstatus terancam punah.

Simak lebih lanjut seperti apa iguana darat pink galapagos ini.

1. Daerah persebaran iguana darat pink galapagaos

Tengkorak iguana darat pink galapagos (commons.wikimedia.org/Bernard Gagnon)

Di Kepulauan Galapagos, iguana darat pink galapagos hidup nyaman di daerah kering dan tandus. Di pagi hari, iguana pink ini biasanya berbaring di bawah sinar matahari. Pada siang hari, mereka beristirahat dan berteduh di bawah tanaman kaktus. Pada malam hari, iguana tidur di liang bawah tanah untuk menghemat panas tubuh.

2. Ciri fisik iguana darat pink galapagaos

Iguana darat pink galapagos (commons.wikimedia.org/Bernard Gagnon)

Iguana darat pink galapagos berwarna merah muda dengan beberapa garis gelap. Iguana ini berkaki empat yang terentang ke samping dengan ekor panjang. Mereka juga dilengkapi deretan duri pendek membentang di tengah punggung dari leher hingga ekor.

Saat pertama kali ditemukan, iguana darat pink galapagos mempunyai bobot berat sekitar 5 kg dan panjangnya sekitar 47 cm dan ekornya bahkan lebih panjang mencapai 61 cm. Moncongnya panjang berbeda dengan spesies iguana darat lainnya dan jantan iguana darat pink galapagos memiliki jambul tengkuk berlemak.

3. Diet iguana darat pink galapagos dan pemangsanya

Iguana darat pink galapagos (commons.wikimedia.org/Bernard Gagnon)

Meskipun tampangnya seperti reptil yang haus akan mangsa, namun kenyataannya iguana darat pink galapagos adalah herbivora. Makanan mereka terdiri dari berbagai buah dan bantalan kaktus pir berduri (opuntia).

Duri kaktus mencegah sang iguana memanjat pohon untuk mengambil buah. Jadi iguana ini dengan senang hati menunggu dengan sabar sampai buahnya jatuh dari pohon untuk menghampiri sang iguana.

Bantalan kaktus mengandung kelembapan sehingga diincar oleh iguana darat pink galapagos untuk bertahan hidup untuk menghadapi periode kering yang panjang.

Hewan herbivora ini dimangsa oleh banyak predator alaminya seperti kucing liar dan tikus hitam adalah monster menakutkan bagi anak dan iguana muda. Sedangkan iguana dewasa dimangsa oleh elang galapagos.

4. Sistem reproduksinya

Iguana darat pink galapagos (galapagosscience.org)

Peneliti mengamati jantan memiliki pola gerakan kepala yang khas untuk menarik pasangan dengan menggerakkan kepala ke atas dan ke bawah tiga kali berturut-turut dalan waktu 4-5 detik.

Lantaran ini spesies baru, tidak banyak peneliti menemukan perilaku kawin dari pasangan iguana darat pink galapagos. Namun peneliti mengetahui bahwa betina bertelur hingga 7 butir di folikelnya.

5. Baru diakui sebagai spesies sejak 2009, namun terancam punah

Iguana darat pink galapagos (Galapagosislands.com)

Dilansir quasarex, awalnya pada 1986, petugas dari Direktorat Taman Nasional Galapagos dan Yayasan Charles Darwin melakukan kunjungan ke Gunung Berapi Wolf di Pulau Sabela.

Mereka mengamati lima iguana darat pink galapagos dengan bintik hitam saat mendaki gunung berapi. Awalnya diyakini bahwa iguana darat pink galapagos telah ternoda karena pihak lain selain petugas Direktorat Taman Nasional Galapagos.

Selanjutnya kunjungan dilakukan lagi dengan menangkap keempat iguana untuk diambil sampel darahnya di laboratorium untuk menentukan apakah warna merah muda sang iguana asli atau berubah karena suatu hal.

Pada 2003, 32 ekor iguana dikirim ke laboratorium untuk bergabung dengan 4 ekor sebelumnya dalam proyek penelitian. Analisis menunjukkan bahwa 36 ekor ini secara resmi merupakan spesies yang benar-benar baru. Pada 2009, ditetapkan namanya sebagai iguana darat pink galapagos dan sah menjadi spesies baru dari iguana darat.

Di sini uniknya, meskipun baru mendapatkan namanya sejak 2009, iguana darat pink galapagos ternyata mengalami penurunan populasi selama 100 tahun terakhir akibat hewan-hewan invansif seperti kambing, anjing dan kucing ke Pulau Galapagos. IUCN menyatakan iguana darat pink galapagos terancam punah.

Nama ilmiah untuk iguana darat pink galapagos adalah conolophus marthae. Martahae diambil dari nama Martha Rebecca Gentile, putri Gabriele Gentile merupakan salah satu ilmuwan yang mendeskripsikan iguana darat pink galapagos secara resmi. Itulah trivia mencengangkan dari spesies berasal dari Kepulauan Galapagos itu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team