Iguana darat pink galapagos (Galapagosislands.com)
Dilansir quasarex, awalnya pada 1986, petugas dari Direktorat Taman Nasional Galapagos dan Yayasan Charles Darwin melakukan kunjungan ke Gunung Berapi Wolf di Pulau Sabela.
Mereka mengamati lima iguana darat pink galapagos dengan bintik hitam saat mendaki gunung berapi. Awalnya diyakini bahwa iguana darat pink galapagos telah ternoda karena pihak lain selain petugas Direktorat Taman Nasional Galapagos.
Selanjutnya kunjungan dilakukan lagi dengan menangkap keempat iguana untuk diambil sampel darahnya di laboratorium untuk menentukan apakah warna merah muda sang iguana asli atau berubah karena suatu hal.
Pada 2003, 32 ekor iguana dikirim ke laboratorium untuk bergabung dengan 4 ekor sebelumnya dalam proyek penelitian. Analisis menunjukkan bahwa 36 ekor ini secara resmi merupakan spesies yang benar-benar baru. Pada 2009, ditetapkan namanya sebagai iguana darat pink galapagos dan sah menjadi spesies baru dari iguana darat.
Di sini uniknya, meskipun baru mendapatkan namanya sejak 2009, iguana darat pink galapagos ternyata mengalami penurunan populasi selama 100 tahun terakhir akibat hewan-hewan invansif seperti kambing, anjing dan kucing ke Pulau Galapagos. IUCN menyatakan iguana darat pink galapagos terancam punah.
Nama ilmiah untuk iguana darat pink galapagos adalah conolophus marthae. Martahae diambil dari nama Martha Rebecca Gentile, putri Gabriele Gentile merupakan salah satu ilmuwan yang mendeskripsikan iguana darat pink galapagos secara resmi. Itulah trivia mencengangkan dari spesies berasal dari Kepulauan Galapagos itu.