Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Kota Najran, Titik Jalur Perdagangan Kuno Paling Sibuk di Arab
Kota Najran, Arab Saudi (commons.wikimedia.org/Tom and Linda Anderson)
  • Najran dikenal sebagai pusat perdagangan kuno penting di Arab Selatan, menjadi jalur utama distribusi kemenyan dan mur yang menghubungkan wilayah Mediterania, Mesopotamia, hingga Mesir kuno.
  • Situs arkeologi Al-Ukhdud menyimpan bukti tragedi pembantaian abad ke-6 M serta peninggalan tembok dan ukiran kuno yang menggambarkan kehidupan sosial sebelum datangnya pengaruh Islam.
  • Najran menjadi lokasi perjanjian damai antara Nabi Muhammad dan penduduk Kristen setempat yang menjamin perlindungan tempat ibadah serta menandai toleransi tinggi dalam sejarah awal Islam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Najran berada di wilayah selatan Arab Saudi dan menjadi salah satu kota dengan sejarah pemukiman paling lama di Jazirah Arab. Wilayah ini sudah dihuni manusia sejak ribuan tahun lalu karena posisinya yang menjadi titik jalur perdagangan kuno paling sibuk, ditambah adanya sumber air yang melimpah. Banyak situs arkeologi yang masih terawat dengan baik bisa ditemukan di sekitar kota ini.

Kota ini punya karakteristik yang berbeda dengan wilayah gurun lainnya karena keberadaan lembah yang subur. Selain sejarahnya sebagai pusat perniagaan yang panjang, arsitektur lokal di sini juga punya ciri khas yang tidak ditemukan di tempat lain. Simak lima fakta tentang Najran di bawah ini untuk menambah wawasan tentang sejarah dunia.

1. Titik jalur perdagangan kuno paling sibuk

Kota Najran, Arab Saudi (commons.wikimedia.org/Prof. Mortel)

Najran punya posisi geografis strategis sejak ribuan tahun lalu sebagai pusat produksi sekaligus distribusi kemenyan dan mur untuk kebutuhan ritual serta pengobatan dunia. Dilansir laman Britannica, wilayah ini menjadi pemasok utama komoditas berharga tersebut bagi wilayah Mediterania dan Timur Tengah antara tahun 1000 SM hingga 600 M.

Kafilah dagang lintas negara sering berhenti di sini untuk melakukan transaksi besar dalam skala internasional dan mengistirahatkan unta sebelum melanjutkan perjalanan panjang ke utara. Kota ini juga berfungsi sebagai persimpangan utama yang menghubungkan rute perdagangan dari Arab Selatan menuju pusat-pusat peradaban besar di Mesopotamia serta Mesir kuno.

2. Tragedi di situs arkeologi Al-Ukhdud

Sisa-sisa tembok benteng di Al-Ukhdud, Kota Najran, Arab Saudi (commons.wikimedia.org/Prof. Mortel)

Kemakmuran sebagai pusat perdagangan tersebut juga membawa Najran ke dalam pusaran konflik politik dan agama, yang jejaknya bisa ditemukan di Al-Ukhdud. Masih dari laman Britannica, serangan raja Himyarite bernama Yusuf As’ar Yath’ar sekitar tahun 520 M memicu jatuhnya kerajaan tersebut setelah kabar pembantaian penduduk Najran tersebar luas hingga memancing intervensi dari kerajaan Aksum.

Situs ini sekarang menjadi area arkeologi penting yang menyimpan bukti kekejaman masa lalu sekaligus keteguhan penduduk dalam mempertahankan keyakinan mereka. Sisa-sisa tembok benteng yang tebal serta berbagai batu besar dengan ukiran hewan dan kaligrafi kuno yang menceritakan kondisi sosial sebelum datangnya pengaruh Islam masih bisa dilihat di sini.

3. Peristiwa Mubahalah dengan Nabi Muhammad

Kota Najran, Arab Saudi (commons.wikimedia.org/Richard Mortel)

Sejarah keagamaan di Najran terus berkembang hingga masa kenabian Nabi Muhammad, di mana wilayah ini menjadi satu-satunya daerah di Hijaz yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Dilansir laman Al-Islam, Nabi Muhammad mengirimkan surat kepada Uskup Najran untuk mengajak mereka memeluk Islam atau setidaknya membayar upeti sebagai jaminan perlindungan bagi warga dan harta benda mereka.

Delegasi yang terdiri dari 60 tokoh bijak Najran kemudian datang ke Madinah untuk berdiskusi langsung dengan Nabi mengenai perbedaan keyakinan teologis mereka. Karena tidak tercapai kesepakatan dalam diskusi tersebut, kedua pihak sempat berencana melakukan Mubahalah atau doa bersama untuk memohon keputusan Tuhan atas siapa yang benar, namun delegasi Najran akhirnya memilih untuk membatalkan niat tersebut dan berdamai.

4. Menjadi lokasi perjanjian damai yang melindungi tempat ibadah

Kota Najran, Arab Saudi (commons.wikimedia.org/TacoJeddah)

Kegagalan proses Mubahalah tersebut justru melahirkan sebuah perjanjian tertulis yang menjadi bukti toleransi tinggi dalam sejarah awal Islam. Masih dari laman Al-Islam, Nabi Muhammad mengeluarkan dokumen tertulis yang menjamin perlindungan atas nyawa, harta benda, tanah, hingga tempat-tempat ibadah penduduk Kristen di Najran dan sekitarnya.

Sebagai imbalan atas jaminan keamanan dari pemerintah Islam, penduduk Najran setuju untuk memberikan 2.000 pakaian setiap tahunnya sebagai upeti bagi otoritas Madinah. Perjanjian ini juga menekankan bahwa penduduk Najran dilarang mempraktikkan riba, dan selama mereka mematuhinya, maka hak-hak keagamaan serta bangunan gereja mereka akan tetap berada di bawah perlindungan penuh.

5. Karakter arsitektur tanah liat di sepanjang Wadi Najran

Kota Najran, Arab Saudi (commons.wikimedia.org/Heritage Commission)

Selain sejarah diplomasinya, Najran memiliki identitas lingkungan yang kuat melalui keberadaan benteng-benteng pertahanan dan istana tanah liat tradisional. Dilansir laman Arab News, wilayah bagian barat kota ini ditandai dengan berdirinya benteng-benteng menjulang di puncak Gunung Raum dan Saadan, serta istana bata lumpur yang tersebar di antara perkebunan kurma dan anggur.

Karakter arsitektur ini mencerminkan sejarah budaya wilayah tersebut yang mencakup variasi medan, mulai dari pegunungan, lembah, hingga dataran gurun. Hal ini terlihat pada bangunan bersejarah seperti Istana Al-Aan dan rumah-rumah tradisional di Zur Wadeah yang memanfaatkan material alam sesuai kondisi lingkungan di sepanjang aliran Wadi Najran.

Itulah beberapa fakta menarik soal Najran yang punya sejarah panjang dan peran penting di selatan Jazirah Arab. Mulai dari peninggalan perdagangan kuno hingga hubungan diplomasinya di masa awal Islam, kota ini memiliki banyak sisi menarik untuk dipelajari lebih mendalam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team