potret lubang hitam atau black hole di galaksi Messier 87 (eventhorizontelescope.org)
Dilansir dari space.com, Albert Einstein pertama kali meramalkan keberadaan lubang hitam pada tahun 1916 dengan teori relativitas umum miliknya. Kemudian, pada tahun 1967, istilah lubang hitam atau black hole diciptakan oleh astronom Amerika, John Wheeler.
Tiga tahun sebelumnya, yakni pada tahun 1964, para astronom untuk pertama kalinya melihat tanda-tanda keberadaan lubang hitam ketika sebuah roket mendeteksi sumber sinar-X dari angkasa.
Pada tahun 1971, para astronom menentukan bahwa sinar-X tersebut berasal dari bintang biru terang yang mengorbit di sebuah objek gelap.
Objek gelap yang diorbit oleh bintang biru tersebut adalah lubang pertama yang berhasil ditemukan oleh para astronom. Nama dari lubang hitam tersebut adalah Cygnus X-1 yang berada di dalam galaksi Bima Sakti di konstelasi Cygnus, the Swan (Angsa).
Selain itu, pada tahun 2019 lalu, Event Horizon Telescope (EHT) yang didukung oleh NSF (U.S. National Science Foundation) berhasil menangkap gambar lubang hitam untuk pertama kalinya. Adapun lubang hitam yang gambarnya berhasil ditangkap oleh para astronom ini berada di galaxy Messier 87.
Kemudian, pada tahun 2022, para ilmuwan merilis gambar lubang hitam kedua yang berhasil ditangkap, yakni dari lubang hitam yang berada di pusat galaksi Bima Sakti dan dijuluki Sgr A*.
Lubang hitam atau black hole merupakan salah satu objek kosmik yang sangat menarik, tapi juga berbahaya ketika berada di jarak yang sangat dekat.
Meskipun begitu, kita tidak perlu khawatir. Lubang hitam terdekat dari bumi berjarak ribuan tahun cahaya. Artinya lubang hitam tersebut tidak berbahaya untuk planet kita tercinta.