Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Burung multicolored tanager
Burung multicolored tanager (inaturalist.org/Miguel)

Intinya sih...

  • Burung multicolored tanager memiliki warna bulu yang ekstrem, dengan kombinasi hijau zamrud, kuning keemasan, biru terang, dan jingga kemerahan yang mencolok.

  • Burung ini endemik di Kolombia dan hanya hidup di ketinggian tertentu, bergantung pada hutan montana lembap atau cloud forest sebagai habitat utama.

  • Multicolored tanager sering terlihat dalam rombongan campuran berbagai spesies burung dan merupakan pemakan serangga serta buah yang menopang ekosistem hutan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Paruh kecil, tubuh mungil, tetapi warnanya seolah menantang mata untuk berpaling. Di antara ratusan spesies tanager yang dikenal sebagai burung penuh warna, multicolored tanager (Chlorochrysa nitidissima) tampil bak lukisan hidup yang bergerak di hutan pegunungan Andes Kolombia.

Perpaduan kuning cerah, hijau zamrud, biru mencolok, hingga semburat jingga membuatnya dijuluki sebagai salah satu burung tercantik di dunia. Sayangnya, keindahan ini tak sejalan dengan nasibnya. Hilangnya hutan tempat ia bergantung membuat multicolored tanager kini berada di jalur yang mengkhawatirkan. Siapa sebenarnya burung eksotis ini, dan mengapa keberadaannya kian terancam? Yuk, kenali lebih dekat lima fakta burung multicolored tanager berikut ini!

1. Warna bulunya ekstrem, bahkan untuk ukuran burung tropis

Burung multicolored tanager (inaturalist.org/Anthony Batista)

Banyak burung tropis dikenal memiliki warna cerah, tetapi multicolored tanager berada di kelas yang berbeda. Alih-alih menonjolkan satu atau dua warna dominan, burung mungil berukuran 12 cm ini memadukan hijau zamrud, kuning keemasan, biru terang, hingga jingga kemerahan dalam satu tubuhnya. Jantan dewasa menampilkan warna paling intens, terutama di wajah dan bagian bawah tubuhnya, sementara betina hadir dengan warna yang lebih lembut.

Keunikan tersebut membuat multicolored tanager tampak seperti lukisan hidup di tengah rimbunnya hutan Andes Kolombia. Bahkan, di antara sesama burung tropis yang terkenal mencolok, kombinasi warna multicolored tanager terbilang jarang karena hampir tidak menyisakan warna netral sebagai penyeimbang. Warna-warna terang di tubuhnya justru berdempetan dan saling kontras, menciptakan tampilan yang tentu saja sangat mencuri perhatian.

Karakter ini tercermin dari nama ilmiahnya. Mengutip laman Birds of the World, kata Chlorochrysa berasal dari bahasa Yunani khloros yang berarti hijau dan juga khuros yang berarti emas. Sementara itu, kata nitidissima berasal dari bahasa Latin yang berarti sangat berkilau. Sebuah sebutan yang terasa sangat tepat mengingat tampilannya yang mencolok dan penuh warna.

2. Endemik Kolombia yang hanya hidup di ketinggian tertentu

Wilayah persebaran burung multicolored tanager (commons.wikimedia.org/Cephas)

Multicolored tanager memiliki wilayah hidup yang ekslusif. Dilansir Birds of Colombia, burung ini hanya ditemukan di pegunungan Andes bagian barat dan tengah Kolombia. Ia menjadikan hutan montana lembap atau cloud forest sebagai habitat utama, ekosistem yang dikenal kaya akan keanekaragaman hayati namun juga sangat sensitif terhadap gangguan.

Burung ini umumnya dijumpai di ketinggian sekitar 1.200 hingga 2.200 meter di atas permukaan laut. Lingkungan ini memberinya suhu sejuk, kelembapan tinggi, dan kanopi hutan yang rapat. Ketergantungan pada kondisi lingkungan yang spesifik ini membuat multicolored tanager sangat bergantung pada hutan yang masih utuh, sekaligus rentan ketika habitat pegunungan tersebut mulai terfragmentasi.

3. Sering terlihat dalam rombongan campuran berbagai spesies burung

Burung multicolored tanager (inaturalist.org/Anthony Batista)

Multicolored tanager jarang terlihat sendirian di alam liar. Burung ini kerap bergabung dalam mixed-species flock, yaitu rombongan burung dari berbagai spesies yang bergerak bersama saat mencari makan. Pola hidup berkelompok ini memberinya banyak keuntungan, mulai dari meningkatkan efisiensi mencari makan hingga menurunkan risiko menjadi sasaran predator.

Dalam rombongan tersebut, multicolored tanager biasanya aktif bergerak di bagian luar dedaunan dan kanopi hutan. Ia memanfaatkan celah-celah daun untuk berburu serangga kecil, sambil tetap waspada berkat keberadaan burung lain di sekitarnya.

4. Pemakan serangga dan buah yang menopang ekosistem hutan

Burung multicolored tanager (commons.wikimedia.org/Conbio336)

Multicolored tanager merupakan burung pemakan serangga, terutama serangga kecil yang hidup di kanopi hutan. Selain itu, burung ini juga mengonsumsi buah-buahan kecil dari berbagai tumbuhan hutan pegunungan, menjadikannya pemakan omnivor dalam skala kecil.

Pola makan tersebut membuat perannya melampaui sekadar penghuni hutan. Saat memakan buah, multicolored tanager ikut membantu proses penyebaran biji, sementara kebiasaannya memangsa serangga berkontribusi menjaga keseimbangan populasi serangga. Meski berukuran mungil, burung ini memegang peran penting dalam menjaga kesehatan ekosistem hutan pegunungan.

5. Burung cantik yang kini berstatus hampir terancam punah

Burung multicolored tanager (inaturalist.org/Oscar Marín)

Di balik keindahan warnanya, multicolored tanager menghadapi masa depan yang rapuh. Spesies ini berstatus near threatened atau hampir terancam punah menurut IUCN. Populasinya terus menurun akibat deforestasi, fragmentasi hutan, dan alih fungsi lahan di kawasan pegunungan Kolombia.  Masalahnya bukan hanya hilangnya hutan, tetapi juga terpecahnya habitat yang membuat ruang hidup dan sumber makanan burung ini kian terbatas.

Itulah lima fakta multicolored tanager, si burung penuh warna dari Kolombia. Burung ini adalah simbol keindahan sekaligus kerentanan hutan Andes Kolombia. Warna bulunya yang mencolok membuatnya terkenal, tetapi ketergantungannya pada habitat spesifik membuatnya rentan terhadap perubahan lingkungan. Di balik tubuh mungilnya, multicolored tanager membawa pesan besar tentang pentingnya upaya konservasi keanekaragaman hayati yang harus terus digalakkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team