Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ophrys speculum
ophrys speculum (inaturalist.org/Daniel Ghyselinck)

Intinya sih...

  • Permukaan labellum yang mengkilap menyerupai cermin biru-ungu

  • Habitat di wilayah Mediterania, tumbuh di padang rumput berbatu dan tepi hutan terbuka

  • Pola visual unik meniru tubuh betina serangga penyerbuk untuk strategi penyerbukan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ophrys speculum, atau yang kerap disebut Mirror Orchid, adalah salah satu anggrek paling unik yang ditemukan di wilayah Mediterania, termasuk Portugal, Spanyol, Yunani, dan Siprus. Yang menjadikannya menarik adalah permukaan labellum (bagian bibir bunga) yang tampak seperti cermin biru-ungu bercahaya saat tersinari cahaya matahari. Keindahan visual inilah yang membuat spesies ini menonjol dari banyak anggrek lain di kawasan yang sama.

Selain penampilannya, anggrek ini memiliki strategi reproduksi yang ekstrem dan memikat, yang membuatnya menjadi objek studi menarik dalam evolusi bunga dan penyerbukan. Mekanisme yang digunakan sangat berbeda dari anggrek kebanyakan, dan terkait erat dengan hubungan spesifik antara bunga dan penyerbuknya. Berikut 5 fakta menarik yang membuat Ophrys speculum begitu istimewa.

1. Nama "cermin" karena labellum yang mengkilap

ophrys speculum ssp. speculum (inaturalist.org/Francisco Clamote)

Salah satu ciri paling mencolok dari Ophrys speculum adalah permukaan labellum yang sangat reflektif dan tampak seperti cermin biru-ungu di tengah bunga. Ketika cahaya menyinari bagian ini, tampak seperti memantulkan kilau tajam yang menarik perhatian.

Dilansir First Nature, permukaan ini bukan hanya estetis, tetapi juga berperan penting dalam strategi penyerbukan spesies ini. Permukaan reflektif tersebut dipercaya meniru tampilan sayap serangga betina tertentu, meningkatkan efektivitas daya tarik terhadap penyerbuk jantan.

2. Habitat di wilayah Mediterania

ophrys speculum ssp. speculum (inaturalist.org/michael_pollich)

Ophrys speculum menyebar luas di wilayah Mediterania Barat hingga Timur, terutama di daerah seperti Algarve (Portugal), Spanyol selatan, hingga Yunani dan Siprus. JungleDragon menyebutkan bahwa bunga ini tumbuh di berbagai habitat termasuk padang rumput berbatu, semak, dan tepi hutan terbuka.

Spesies ini tumbuh di tanah berbatu dan kalker yang biasa ditemukan di wilayah Mediterania, serta sering mekar di musim semi ketika sinar matahari cukup untuk menyorot labellum reflektifnya. Kehadiran anggrek ini dapat menjadi indikator habitat alami yang relatif terjaga.

3. Bernama "mirror orchid" karena pola visual unik

ophrys speculum (inaturalist.org/Gwenaël Magne)

Warisan namanya sebagai "Mirror Orchid" berasal dari area labellum yang mencerminkan cahaya layaknya permukaan cermin, terutama berwarna biru-ungu yang menonjol di antara bagian bunga lainnya. Selain warna, tekstur glossy juga menambah reflektifitas cahaya yang menonjol saat bunga mekar di bawah paparan sinar matahari.

Mengutip New Phytologist, pola visual ini bukan sekadar estetika—ia meniru tampilan visual tubuh betina serangga penyerbuk, sehingga menjadi bagian penting dari strategi penyerbukan anggrek ini melalui ilusi visual semacam itu.

4. Mekanisme penyerbukan seksual yang spesifik

ophrys speculum (inaturalist.org/Mourad Harzallah)

Ophrys speculum menggunakan strategi penyerbukan yang disebut pseudo-copulation, di mana bunga menipu penyerbuknya dengan meniru ciri visual dan kimiawi betina serangga tertentu. Ketika serangga jantan mendeteksi bunga yang menyerupai betina, ia akan mencoba kopulasi dengan bunga tersebut.

Mengutip Biological Sciences, dalam proses tersebut, serangga menempelkan pollinia (gumpalan serbuk sari khas anggrek) ke tubuhnya dan kemudian membawanya ke bunga lain, sehingga terjadi penyerbukan silang yang efektif. Strategi ini sangat spesifik, karena bunga memproduksi sinyal kimia dan visual yang hampir sama dengan isyarat seks serangga targetnya.

5. Penyerbuk yang ditargetkan sangat spesifik

ophrys speculum (inaturalist.org/Lucas Benaiche)

Anggrek ini menjalin hubungan penyerbukan dengan spesies tunggal tawon soliter, yang secara evolusi bereaksi terhadap sinyal bunga sebagai pasangan betina. Dalam kasus Ophrys speculum, tawon yang paling sering menjadi korban ilusi ini adalah spesies Dasyscolia ciliata.

Biological Sciences menyebutkan bahwa tawon jantan ini terpesona oleh kombinasi visual dan bau yang dihasilkan bunga, yang menyerupai feromon dan tampilan betina tawon. Ketika tawon mencoba kopulasi dengan bunga, ia secara tak sengaja mengambil dan menyerbarkan polen anggrek dari bunga ke bunga berikutnya.

Ophrys speculum menunjukkan bahwa bunga bisa memiliki strategi penyerbukan yang luar biasa kompleks dan canggih, jauh melampaui sekadar menawarkan nektar. Dengan memanfaatkan ilusi visual dan kimiawi, anggrek ini memikat penyerbuk dengan cara yang hampir seperti seni. Keunikan dan spesialisasinya menjadikan Ophrys speculum sebagai salah satu contoh paling memukau dari koevolusi bunga dan serangga di alam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team