Bunga sakura Yoshino (Prunus × yedoensis), yang juga dikenal sebagai Somei-yoshino dalam bahasa Jepang. Varietas ini adalah salah satu pohon sakura yang paling populer dan banyak dibudidayakan di dunia. (commons.wikimedia.org/Uberlemur at the English Wikipedia)
Someiyoshino merupakan jenis sakura yang paling populer dan tersebar luas di Jepang saat ini, meskipun sebenarnya ia adalah hasil persilangan dari akhir zaman Edo. Sebelum jenis ini mendominasi, masyarakat lebih mengenal Yamazakura yang tumbuh alami di pegunungan, seperti di Pegunungan Yoshino, dengan perpaduan warna putih dan merah muda yang memukau. Selain itu, ada pula varietas Edohigan yang memiliki usia paling panjang di antara jenis lainnya dan sering kali memiliki bentuk ranting menjuntai yang indah, yang dikenal sebagai Shidarezakura.
Varietas sakura lainnya juga dibedakan berdasarkan waktu dan lokasi mekarnya. Hikanzakura adalah jenis yang menyukai cuaca lebih hangat, banyak ditemukan di Okinawa dan Tiongkok selatan, serta mekar lebih awal sekitar bulan Januari atau Februari. Di sisi lain, terdapat jenis unik bernama Fuyuzakura atau sakura musim dingin yang mekar di akhir tahun, yakni antara bulan November hingga Desember. Setiap jenis ini, mulai dari yang mekar di musim dingin hingga yang tumbuh di pegunungan, memberikan warna dan karakter yang berbeda bagi setiap wilayah di Jepang.