ilustrasi makhluk lintas dimensi (dok. Netflix/Stranger Things)
Salah satu kemampuan Demogorgon yang paling menakutkan adalah kemampuannya mendeteksi setetes darah meskipun ia berada di dimensi yang berbeda. Fakta sains di balik ini dapat dikaitkan dengan fenomena Chemoreception yang terjadi melalui membran ruang-waktu yang sangat tipis.
Melansir Westminster Research, dalam teori fisika kuantum, ada kemungkinan adanya lubang-lubang mikroskopis pada struktur ruang yang memungkinkan molekul kimiawi kecil untuk "merembes" keluar-masuk antar dimensi. Bau darah adalah sinyal kimiawi yang sangat kuat, dan jika kedua dimensi tersebut bersentuhan di level sub-atomik, partikel bau tersebut dapat ditangkap oleh reseptor makhluk asing. Mekanisme ini mirip dengan cara hiu mendeteksi aroma darah di lautan luas, namun dalam skala yang melibatkan pergeseran dimensi fisik.
Demogorgon kemungkinan besar memiliki organ penciuman yang jauh lebih sensitif dibandingkan makhluk Bumi manapun untuk mendeteksi molekul yang bocor dari gerbang yang tidak stabil. Kemampuan ini membuktikan bahwa batas antara Hawkins dan Upside Down sebenarnya sangat tipis dan bisa ditembus oleh partikel-partikel fisik sekecil molekul bau.
Meskipun beberapa aspek dikembangkan demi kepentingan drama, inti dari konsep seperti tangki isolasi dan gangguan elektromagnetik memiliki dasar yang sangat kuat di dunia nyata. Hal ini mengingatkan kita bahwa perkembangan ilmu pengetahuan selalu bermula dari rasa ingin tahu yang besar terhadap hal-hal yang dianggap tidak mungkin. Selain itu, serial ini secara tidak langsung mengajarkan kita tentang pentingnya etika dalam setiap eksperimen sains agar tidak membuka "gerbang" bahaya bagi kemanusiaan. Penemuan-penemuan di bidang fisika kuantum saat ini mungkin suatu hari nanti akan membuktikan apakah dimensi paralel benar-benar ada di sekitar kita.