Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Ulat Lonomia Obliqua, si Kecil Beracun yang Mengancam Nyawa
Ulat Lonomia obliqua (commons.wikimedia.org/Rodrigomorante)
  • Lonomia obliqua adalah ulat asal Brasil dengan duri bercabang yang menyimpan racun mematikan, mampu mengganggu sistem pembekuan darah dan berpotensi mengancam nyawa manusia.
  • Deforestasi membuat ulat ini bermigrasi dari hutan ke area pemukiman, meningkatkan risiko kontak dengan manusia dan menyebabkan ribuan kasus lonomisme di Brasil.
  • Meski berbahaya, racun Lonomia obliqua sedang diteliti karena kandungan molekulnya berpotensi digunakan untuk pengembangan obat gangguan pembekuan darah dan terapi medis masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Biasanya kita mendengar racun mematikan berasal dari ular berbisa, kalajengking atau laba-laba. Namun, pernahkah kamu membayangkan ada ulat yang juga memiliki racun berbahaya? Kita tentu masih jarang mendengarnya bukan? Tapi faktanya ada lho satu spesies ulat yang dikenal sangat beracun, yaitu Lonomia obliqua.

Di balik tampilannya yang sederhana dan sering tak disadari keberadaannya, ulat ini menyimpan racun yang sangat berbahaya. Racun yang dimiliki oleh ulat asal Brasil ini bisa menyebabkan gangguan pada sistem pembekuan darah. Bahkan, dalam kasus tertentu bisa berujung pada kondisi yang mengancam nyawa. Menariknya, di balik reputasinya sebagai hewan berbahaya, racun ini justru menyimpan potensi besar, lho. Penasaran potensi apa yang dimiliki racun ulat ini? Yuk, langsung saja simak lima fakta ulat Lonomia obliqua berikut ini!

1. Penampilannya penuh dengan duri bercabang

Ulat Lonomia obliqua (commons.wikimedia.org/Centro de Informações Toxicológicas de Santa Catarina)

Kalau melihat sekilas, ulat Lonomia obliqua terlihat seperti ulat pada umumnya. Ulat ini punya tubuh memanjang dengan warna cokelat kehitaman menyerupai batang pohon. Namun, ketika diperhatikan lebih dekat, seluruh permukaan tubuhnya dipenuhi dengan duri-duri halus bercabang seperti ranting.

Duri bercabang ini bukan sekadar hiasan biasa. Inilah tempat racun mematikan berada. Struktur ini dirancang sebagai mekanisme pertahanan yang efektif. Saat kulit manusia menyentuhnya, ujung duri bisa patah dan langsung melepaskan racun ke dalam tubuh. Karena bentuknya kecil dan rapat, kontak yang terjadi sering kali tidak terasa berbahaya pada awalnya. Namun, di sinilah letak bahaya tersembunyi.

2. Ulat kecil dengan racun sekelas ular

Ulat Lonomia obliqua (inaturalist.org/Tsssss)

Kita mungkin lebih sering mendengar racun mematikan itu ada pada ular, laba-laba dan kalajengking. Racun dari ulat tentu jarang sekali, bukan? Nah, ternyata racun yang dimiliki oleh ulat Lonomia obliqua tidak bisa dianggap remeh, lho.

Di balik ukurannya yang kecil, ulat yang dikenal sebagai ulat pembunuh ini menyimpan racun dengan efek yang tidak kalah berbahaya dari ular berbisa. Racun ini tidak disuntikkan lewat gigitan, melainkan masuk ke tubuh saat kulit bersentuhan dengan duri-duri halus di permukaannya.

3. Bisa menyebabkan penyakit mematikan bernama lonomisme

Ulat Lonomia obliqua (inaturalist.org/Tsssss)

Kontak sederhana dengan ulat Lonomia obliqua ternyata bisa berujung pada kondisi serius yang dikenal sebagai lonomisme. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan gangguan kesehatan berat akibat racun ulat dari genus Lonomia yang utamanya menyerang sistem pembekuan darah.

Awalnya, gejala yang dialami mungkin terlihat sepele. Gejalanya hanya rasa perih, kemerahan, atau bengkak di area kulit yang terkena. Namun, seiring waktu, racun mulai bekerja lebih dalam di dalam tubuh. Racun ini membuat sistem pembekuan darah menjadi terganggu, sehingga memicu pendarahan yang bisa terjadi di berbagai bagian tubuh, bahkan tanpa luka yang jelas.

Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini bisa berkembang menjadi komplikasi serius seperti pendarahan hebat, kerusakan organ, hingga kematian. Oleh karena itu, lonomisme tidak bisa dianggap remeh. Meski penyebabnya hanya seekor ulat kecil, dampaknya bisa jauh lebih besar dari yang dibayangkan.

4. Awalnya hidup di dalam hutan, tapi deforestasi membuatnya bermigrasi ke pemukiman manusia

Ulat Lonomia obliqua (commons.wikimedia.org/Centro de Informações Toxicológicas de Santa Catarina)

Secara alami, ulat Lonomia obliqua hidup di hutan dan menempel pada batang pohon sebagai habitatnya. Di lingkungan ini, keberadaannya jarang bersinggungan langsung dengan manusia karena habitatnya jauh dari pemukiman. Namun, perubahan lingkungan seperti penebangan hutan dan alih fungsi lahan membuat ulat ini kehilangan tempat tinggal. Seperti yang bisa kita tebak, akibat deforestasi ini mereka mulai berpindah ke area yang masih memiliki pohon inang, termasuk kebun, ladang, hingga sekitar pemukiman warga.

Dilansir jurnal Toxins, perpindahan ini tanpa disadari telah meningkatkan risiko interaksi dengan manusia. Tercatat telah terjadi sebanyak 42.264 kasus akibat ulat di Brasil sejak 2007 ‒ 2017, dengan 248 di antaranya termasuk kasus berat. Banyak kasus terjadi saat orang menyentuh batang pohon atau tanaman tanpa menyadari ada koloni ulat Lonomia obliqua yang menempel. Karena hidupnya sering berkelompok dan pandai berkamuflase, kontak yang terjadi bisa melibatkan banyak individu sekaligus. Hal ini tentu saja memperbesar jumlah racun yang masuk ke dalam tubuh.

5. Racunnya berpotensi menjadi bahan obat di masa depan

Ulat Lonomia obliqua (inaturalist.org/Tsssss)

Di balik bahayanya, racun dari Lonomia obliqua justru menyimpan potensi besar di dunia medis. Dilansir jurnal Toxins, para ilmuwan menemukan bahwa racun ini mengandung berbagai molekul unik yang mampu memengaruhi sistem pembekuan darah dan proses peradangan dalam tubuh.

Menariknya, efek inilah yang sedang dipelajari lebih lanjut. Dengan memahami cara kerja racun tersebut, peneliti bisa menggunakannya sebagai kunci untuk membuka pemahaman tentang penyakit tertentu, sekaligus sebagai dasar dalam pengembangan obat baru. Misalnya, untuk terapi gangguan pembekuan darah, penyakit inflamasi, hingga kemungkinan mendukung proses regenerasi sel.

Nah, itulah lima fakta mengenai Lonomia obliqua yang menunjukkan betapa unik sekaligus berbahayanya spesies ulat ini. Di satu sisi, keberadaannya memang perlu diwaspadai karena racunnya dapat menyebabkan gangguan serius hingga mengancam nyawa manusia. Namun di sisi lain, penelitian terhadap racunnya justru membuka peluang besar dalam dunia sains dan kedokteran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team