Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Unik Belalang Sembah Abu-abu, Namanya Tidak Konsisten!
belalang sembah abu-abu (commons.wikimedia.org/Holger Krisp)

Di balik ukuran kecilnya, belalang sembah merupakan predator ganas yang ditakuti oleh serangga lain. Tak hanya ganas, bahkan ada beberapa spesies yang menyimpan segudang keunikan seperti belalang sembah abu-abu (Ameles decolor). Spesies tersebut punya tubuh berwarna abu-abu, pandai berkamufase, bahkan memiliki kehidupan yang sangat kompleks.

Ia juga punya penyebaran yang luas, bahkan bisa ditemukan di dua benua, lho. Belalang jantan dan betina juga memiliki beberapa perbedaan, salah satunya terlihat dari perkembangan sayapnya. Lantas, apa saja hal menarik dan fakta unik belalang sembah abu-abu? Yuk, temukan jawabannya di bawah ini.

1. Punya kemiripan dengan spesies belalang sembah lain

belalang sembah abu-abu (commons.wikimedia.org/Christian Ferrer)

Dilansir Insecta Mantodea dan Boletín de la Sociedad Entomológica Aragonesa, serangga ini punya kemiripan dengan dua belalang sembah lain, yaitu Ameles heldreichi dan Ameles massai. Jika dibandingkan dengan A. decolor, A. heldreichi punya mata yang lebih membulat dan bentuk alat kelamin yang berbeda. Di sisi lain, A. massai punya tegmin yang lebih panjang, pronotu lebih pendek, dan bentuk alat kelamin yang berbeda dari A. decolor. Karena perbedaannya sangat spesifik, identifikasi ketiganya terbilang sulit.

2. Ritual kawinnya jadi salah satu yang paling kompleks

belalang sembah abu-abu (commons.wikimedia.org/Jean-nature)

Artikel di jurnal Journal of Orthoptera Research menjelaskan kalau ritual kawin belalang sembah-sembah abu-abu jadi salah satu yang paling kompleks di antara spesies lain. Pertama, individu jantan akan melakukan tarian dan menggerakan gerakan abdomen, kaki, dan berjalan dengan gerakan yang tak biasa. Ia akan bergerak dengan cepat dan terkadang juga akan melambat. Jika individu jantan sudah dekat dengan betina ia akan melebarkan kaki depan dan membuat tubuhnya terlihat lebih besar. Setelah itu, perkawinan akan terjadi.

3. Sayap betina tidak berkembang dengan sempurna

belalang sembah abu-abu (commons.wikimedia.org/Natrix Maura)

Artikel di jurnal Acta Entomologica Slovenica menjelaskan kalau individu betina dari belalang ini mengalami kondisi bernama brachypterous. Brachypterous sendiri merupakan fase di mana sayap serangga tidak berkembang dengan sempurna. Alhasil, sayap betina punya ukuran kecil dan tidak bisa digunakan untuk terbang. Uniknya, hanya individu betina yang mengalami brachypterous. Di sisi lain, sayap individu jantan tetap tumbuh secara maksimal dan membuatnya mampu terbang seperti spesies lain.

4. Penyebarannya mencakup wilayah Eropa sampai Afrika

belalang sembah abu-abu (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Laman IUCN Red List menjelaskan kalau belalang sembah abu-abu dapat ditemukan di benua Eropa dan Afrika. Ia menghuni wilayah Mediterania dan Afrika bagian utara. Tunisia, Algeria, Italia, Yunani, Kroasia, dan Albania jadi wilayah penyebaran alaminya. Habitatnya juga beragam karena mencakup beberapa bioma, seperti padang rumput, savana kering, kebun, dan terkadang juga ditemukan di area pemukiman atau pertanian. Belalang ini juga pandai berkamuflase karena berukuran kecil dan punya tubuh berwarna cokelat atau abu-abu.

5. Namanya sudah berubah sebanyak empat kali

belalang sembah abu-abu (commons.wikimedia.org/Gilles San Martin)

Dilansir iNaturalits, hewan ini dideskripsikan pada 1787 oleh Domenico Cyrillo. Namun, saat itu ia punya nama yang berbeda, yaitu Mantis abjecta. Kemudian, pada 1825 Toussaint von Charpentier mengubah namanya menjadi Mantis decolor.  Setelah dilakukan penelitian mendalam, Pierre-Hippolyte Lucas kembali mengubah nama hewan ini menjadi Harpax decolor pada 1849. Barulah pada 1976 hewan ini diberi nama A. decolor oleh dua ilmuwan bernama Karl Harz dan Alfred Peter Kaltenbach. Sejak saat itu nama A. decolor diterima secara luas dan terus dipakai hingga kini.

Itulah berbagai fakta unik belalang sembah abu-abu yang merupakan serangga kecil dengan sistem kehidupan kompleks. Sekali lagi, hewan ini membuktikan keberagaman dan luasnya dunia serangga. Belalang sembah abu-abu juga menjadi bukti kalau dinamika kehidupan serangga tak jauh berbeda dari hewan lain karena mencakup reproduksi hingga penyebaran yang luas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team