Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Unik Ikan Putih Gunung, Mencari Makan di Dasar Perairan
ikan putih gunung (naturalist.org/Freshwater Conservation Canada)
  • Ikan putih gunung hidup di sungai dan danau dataran tinggi dengan tubuh putih memanjang, berat hingga 2,9 kilogram, serta mulut di bawah kepala untuk mencari makan di dasar perairan.
  • Spesies ini bereproduksi antara Oktober hingga Desember saat suhu air 2–6 °C, menghasilkan sekitar 4.000 telur yang menetas pada Maret dan dapat hidup hingga sembilan tahun.
  • Ikan putih gunung bukan spesies terancam punah, mudah ditemukan di habitat aslinya, serta berperan penting sebagai indikator kesehatan ekosistem perairan pegunungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Biasanya ikan sering ditemukan di dataran rendah, entah itu laut, perairan air payau, atau danau. Sebab dataran rendah memiliki suhu yang hangat, pasokan makanan berlimpah, dan sangat ideal bagi kehidupan ikan. Walau begitu, ada beberapa ikan yang lebih suka hidup di dataran tinggi. Salah satunya adalah Prosopium williamsoni atau ikan putih gunung.

Seperti namanya, ikan tersebut bisa ditemukan di sungai atau danau yang berlokasi di gunung. Warnanya putih, tubuhnya memanjang, dan ukurannya tak terlalu besar. Ikan putih gunung merupakan demersal feeder yang artinya ia mencari makanan di dasar perairan. Apa kamu penasaran dengan ikan ini? Berikut beberapa fakta unik tentangnya yang mungkin belum kamu tahu.

1. Bobotnya mencapai 2.9 kilogram

ikan putih gunung (naturalist.org/gordondimmig)

Dilansir Fishbase, bobot maksimal ikan putih gunung mencapai 2.9 kilogram. Soal ukuran ikan ini punya panjang antara 23-70 centimeter. Ia memiliki tubuh berwarna putih, moncong memanjang, sisik besar, dan sirip yang tak terlalu panjang. Uniknya ia memiliki beberapa keunikan yang tak dimiliki ikan lain, seperti ekor homocercal bercabang, kepala pendek, mulut yang berlokasi di bagian bawah kepala, serta mata besar nan bulat.

2. Mulai bereproduksi pada bulan Oktober

ikan putih gunung (naturalist.org/arami54)

Laman Animalia menerangkan bahwa ikan putih gunung mulai bereproduksi pada bulan Oktober hingga Desember. Secara spesifik reproduksinya akan berjalan optimal saat suhu air mencapai angka 2–6 °C. Saat bereproduksi ikan ini akan membentuk kelompok dan berkumpul di satu wilayah. Area reproduksi favoritnya adalah perairan dengkal dengan kedalaman 75 centimeter.

Setelah kawin ikan putih gunung akan menyebarkan telur-telurnya di substrat seperti bebatuan, tanah, dan kerikil. Dalam satu masa reproduksi ikan ini mampu menghasilkan hingga 4,000 butir telur. Setelah disebar di subsrat perairan, telurnya akan menetas pada bulan Maret, tepatnya di akhir musim semi. Soal usia ikan ini bisa hidup hingga usia 9 tahun dan mencapai kedewasaan di usia 3 tahun.

3. Merupakan demersal feeder

ikan putih gunung (naturalist.org/ca_photo_hobbyist)

Secara umum ikan putih gunung merupakan demersal feeder yang artinya ia akan mencari makanan di dasar perairan. Andalkan mulut yang berlokasi di bawah kepala, ikan ini bisa memakan dan menyedot berbagai makanan, mulai dari udang, amiphoda, hingga keong. Biasanya ia mulai aktif mencari makanan di sore hari, tetapi di beberapa kesempatan ikan ini juga kerap terlihat mencari makanan pada siang hari. Sayangnya artikel di jurnal California Fish and Game menerangkan bahwa anakan ikan ini merupakan santapan bagi predator lain.

4. Hidup di sungai dan danau dataran tinggi

ikan putih gunung (naturalist.org/justb0b)

Dilansir iNaturalist, habitat utama ikan putih gunung mencakup sungai, danau, dan perairan yang berlokasi di dataran tinggi dan pegunungan. Biasanya habitat favoritnya adalah perairan jernih yang kedalamannya sekitar 1 meter. Penyebarannya sendiri mencakup beberapa wilayah, yaitu Sungai McKenzie (Kanada), Teluk Hudson, Sungai Columbia, Sungai Missouri, Danau Tahoe, hingga Danau Champlain. Sejatinya ikan putih gunung bukan spesies anandromous dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di perairan air tawar. Terkadang ikan ini akan bermigrasi, tapi tak banyak yang diketahui mengenai siklusnya.

5. Bukan hewan terancam punah

ikan putih gunung (inaturalist.org/rjmcfisher)

Laman Montana Field Guide menerangkan bahwa ikan putih gunung memiliki status konservasi yang aman. Jadi ia bukan spesies terancam punah dan kamu bisa menemukan ikan ini dengan mudah di habitat aslinya. Awalnya ikan putih gunung bukanlah spesies yang populer, khususnya sebagai game fish. Namun, saat ini mulai banyak orang yang menangkap dan memancingnya. Kehadiran ikan putih gunung juga penting karena hewan ini merupakan indikator yang krusial bagi kesehatan ekosistem.

Dataran tinggi yang dingin tak membuat ikan putih gunung kesulitan bertahan. Justru dataran tinggi menjadi daerah yang ideal bagi kehidupannya. Maka dari itu ikan putih gunung membuktikan bahwa ikan merupakan hewan yang sangat adaptif dan tangguh. Ikan putih gunung juga cukup besar, bahkan jauh lebih besar dari spesies lain yang hidup di dataran rendah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team