Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kota Champaner
Potret bangunan di Champaner-Pavagadh (pixabay.com/sarangib)

Intinya sih...

  • Perpaduan Islam dan Hindu yang begitu kental

  • Masjid Jama, mahakarya abad ke-15 yang jadi ikon Champaner

  • Kota yang terkubur dan bangkit kembali

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Terletak di negara bagian Gujarat, India, Champaner adalah kota bersejarah yang menyimpan jejak kejayaan masa lalu. Walau kini tampak sunyi, setiap sudutnya dipenuhi peninggalan arsitektur yang memikat dan sarat makna. Dari masjid kuno hingga kuil megah, semuanya masih menyimpan cerita di balik dindingnya. Nah, kalau kamu penasaran dengan kota ini, yuk, intip enam fakta unik berikut!

1. Perpaduan Islam dan Hindu yang begitu kental

Potret bangunan di Champaner (flickr.com/Diego Tirira, CC BY-SA 2.0) diakses dari https://flic.kr/p/s1giej

Di Champaner, kamu bisa menemukan masjid-masjid megah dengan ukiran khas Hindu yang rumit. Dari pintu gerbang, pilar, dan jendela, terlihat jelas pertemuan dua tradisi besar yang saling melengkapi. Islam menghadirkan lengkungan anggun dan kubah megah, sementara Hindu menyumbangkan ukiran flora serta pola geometris yang kaya makna. Kini, Champaner tetap menjadi simbol bagaimana perbedaan bisa berpadu dan melahirkan karya arsitektur yang indah.

2. Masjid Jama, mahakarya abad ke-15 yang jadi ikon Champaner

Potret Masjid Jama (commons.wikimedia.org/Ms Sarah Welch)

Daya tarik utama di Champaner adalah Masjid Jama yang berdiri megah sejak abad ke-15. Masjid berlantai dua ini dibangun oleh Sultan Mahmud Begada pada masa kejayaan Kesultanan Gujarat. Setiap pilar, lengkungan, dan kubahnya menggabungkan keanggunan dari seni Muslim dan detail dekoratif khas arsitektur Jain. Yang menarik, pembangunan Masjid Jama memakan waktu lebih dari 25 tahun sampai akhirnya rampung. Bangunan masjid ini mirip benteng kokoh, tetapi ketika kamu melangkah ke dalam, suasananya berubah tenang, syahdu, serta penuh nuansa spiritual.

3. Kota yang terkubur dan bangkit kembali

Potret bangunan di Champaner-Pavagadh (flickr.com/Diego Tirira, CC BY-SA 2.0) diakses dari https://flic.kr/p/shNQGp

Dulu, Champaner pernah menjadi ibu kota penting di bawah pemerintahan Sultan Mahmud Begada. Sayangnya, setelah wafatnya sang sultan di tahun 1511 dan jatuhnya Gujarat ke tangan Kekaisaran Mughal, Champaner harus kehilangan statusnya. Kota ini kemudian perlahan ditinggalkan dan nyaris terlupakan selama berabad-abad. Hutan liar menelan sebagian besar bangunan, menjadikannya seolah terkubur dalam waktu. Baru pada abad ke-20, para arkeolog mulai menggali kembali jejaknya, lantas bangkit sebagai salah satu destinasi arkeologi paling berharga di India.

4. Warisan dunia UNESCO yang masih sepi wisatawan

Potret champaner (flickr.com/Diego Tirira, CC BY-SA 2.0) diakses dari https://flic.kr/p/s1pgap

Meski sudah berstatus Situs Warisan Dunia, Champaner relatif sepi dari keramaian turis. Namun berkat kondisi ini, pengunjung bisa merasakan suasana damai tanpa hiruk pikuk manusia. Selain itu, status UNESCO membuat Champaner dapat perhatian khusus dalam hal pelestarian. Pemerintah India bersama para ahli terus merawat bangunan agar tidak hancur dimakan waktu.

5. Kuil Pavagadh yang berdiri kokoh di atas bukit

Potret kuil Pavagadh (flickr.com/Arian Zwegers, CC BY 2.0) diakses dari https://flic.kr/p/fZxP1v

Tak jauh dari pusat kota, Kuil Pavagadh berdiri kokoh di puncak bukit setinggi 822 meter. Kuil ini merupakan bagian dari kompleks Kalika Mata Temple dan dikenal sebagai situs ziarah penting di Gujarat. Untuk mencapainya, pengunjung dapat menaiki ratusan anak tangga berliku atau menggunakan kereta gantung. Perjalanan menuju puncak menciptakan pengalaman seru, terutama saat musim hujan, ketika air terjun mengalir di lereng bukit dan udara sejuk menyertai langkah.

6. Surga bagi pecinta fotografi dan sejarah

Potret bangunan di Champaner (unsplash.com/Setu Chhaya)

Setiap sudut Champaner bak latar sempurna untuk fotografi. Pilar-pilar masjid, tangga batu, bahkan gerbang tua pun memancarkan aura epik yang sulit ditolak kamera. Cahaya sore yang menyapu dinding-dindingnya menampilkan nuansa dramatis yang memikat. Masing-masing ukiran, reruntuhan, dan jalan setapak di dalamnya mengandung kisah tentang kejayaan sekaligus kejatuhan sebuah peradaban.

Champaner adalah bukti nyata bahwa sejarah tidak pernah benar-benar hilang. Ia mungkin sempat terkubur dalam hutan dan terlupakan oleh waktu, namun akhirnya muncul kembali untuk menceritakan kisahnya kepada generasi sekarang. Bagi siapa pun yang menyukai jejak masa lalu, Champaner adalah destinasi yang layak dijelajahi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team