Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Unik Night Adder Tutul, Belum Ada Anti Bisa untuk Gigitannya
night adder tutul (inaturalist.org/Ryan van Huyssteen)
  • Night adder tutul adalah ular kecil berbisa asal Afrika dengan panjang maksimal sekitar 70 cm, tubuh bercorak cokelat bertutul, dan kepala berpola “V” khas di bagian atasnya.
  • Spesies ini tersebar luas di berbagai wilayah Afrika seperti Ghana, Nigeria, hingga Angola, hidup di savana dan gurun, serta aktif pada siang hari meski namanya mengandung kata “night”.
  • Gigitannya menimbulkan rasa sakit hebat dan pembengkakan tanpa mematikan manusia, namun hingga kini belum tersedia anti bisa khusus untuk menanganinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Walau tak punya kaki, ular tetap harus diwaspadai. Sebab, bisa mematikan di beberapa spesies mampu menghilangkan nyawa manusia. Di Afrika sendiri terdapat satu spesies ular mengerikan yang menjadi momok, yaitu Causus maculatus atau night adder tutul. Ia memang tak bisa membunuh manusia, tetapi gigitannya mampu menimbulkan rasa sakit tiada tara.

Jika melihat ukurannya yang tak mencapai 1 meter, mungkin kamu akan memandang rendah night adder tutul. Namun, ular ini dibekali berbagai kemampuan seperti kamuflase hingga gerakan gesit. Ia juga cukup aktif pada siang hari sehingga presentasenya bertemu dengan manusia cukup tinggi. Nah, mari kita pergi ke daratan Afrika dan mengulik berbagai fakta unik night adder tutul.

1. Badannya kecil dan pendek

night adder tutul (inaturalist.org/mikejameshealy)

Dilansir eswatini antivenom foundation, night adder tutul termasuk ular berukuran kecil karena panjang maksimal yang hanya 70 centimeter. Tubuhnya juga mungil, pendek, kepalanya membulat, dan moncongnya pendek. Tiap individu memiliki sedikit perbedaan warna, ada yang gelap tapi tak sedikit yang memiliki warna terang. Namun, warna dasarnya tetap sama, yaitu cokelat dengan corak garis dan tutul di punggung atau samping tubuh. Di atas kepala juga terdapat corak berbentuk "V" yang menjadi ciri khas hewan ini.

2. Persebarannya terbatas di benua Afrika

night adder tutul (inaturalist.org/Markus Merl)

Night adder tutul merupakan satwa endemik benua Afrika. Dilansir The Reptile Database, reptil ini menghuni beberapa wilayah, seperti Mauritania, Senegal, Mali, Gambia, Ghana, Togo, Sudan Selatan, Nigeria, Gabon, hingga Angola. Populasinya juga melimpah sehingga hewan ini tidak dikategorikan sebagai satwa terancam punah. Savana, area kering, hingga gurun menjadi habitat utamanya. Di beberapa kesempatan, night adder tutul juga bisa ditemukan di dataran tinggi yang ketinggiannya mencapai 2,400 mdpl.

3. Hewan terestrial yang aktif di siang hari

night adder tutul (inaturalist.org/Benjamin German, MD)

Laman Animalia menjelaskan kalau night adder tutul merupakan hewan terestrial yang sering beraktivitas di atas tanah. Namun, di beberapa kesempatan ia juga bisa memanjat semak-semak atau pepohonan pendek. Secara umum, ular ini memiliki gerakan yang lambat, tapi serangannya sangat cepat sehingga sulit dihindari. Kata night di namanya seakan-akan mengisyaratkan gaya hidup nokturnal. Menariknya, night adder tutul merupakan hewan diurnal yang sangat aktif pada siang atau sore hari.

4. Anakannya mulai terlihat pada bulan Mei

night adder tutul (inaturalist.org/Tom JAMONNEAU)

Night adder tutul akan mulai bertelur pada Februari hingga April. Kemudian, anakannya akan menetas dan mulai terlihat pada Mei hingga Juli. Dilansir JungleDragon, sekali bertelur night adder tutul bisa memproduksi 6-20 clutch telur. Seperti spesies lain, night adder tutul tak akan menjaga telur-telurnya. Setelah selesai bertelur ia akan pergi dan menjalani hidup tanpa peduli dengan telurnya. Setelah menetaspun anakan night adder tutul akan langsung hidup mandiri tanpa bantuan orang tuanya.

5. Belum ada anti bisa untuk mengatasi gigitannya

night adder tutul (inaturalist.org/Marius Burger)

Layaknya spesies viper lain, night adder tutul merupakan ular berbisa tinggi. Bisa ular ini tak sekuat viper lain karena tak mampu menghilangkan nyawa manusia. Dilansir iNaturalist, gigitannya akan menimbulkan efek menengah seperti rasa sakit yang luar biasa, pembengkakan, dan demam. Jika tak ditangani dengan baik efek yang lebih parah seperti nekrosis juga akan terjadi. Namun, setelah dua hingga tiga hari semua gejalanya akan menghilang. Sayangnya, hingga kini belum tersedia anti bisa untuk menangani gigitan night adder tutul.

Ular penghuni daerah kering ini cukup tangguh walau memiliki ukuran yang kecil. Berbagai adaptasi dan kemampuan yang ia miliki sangat efektif untuk hidup di habitatnya. Panas dan gersangnya Afrika tak membuat night adder tutul kesulitan untuk hidup dengan tenang dan bebas. Justru, ia mampu menyesuaikan diri dan akhirnya menjadi hewan kecil yang menguasai habitatnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team