Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Unik Variegated Squirrel, Tupai Pembunuh Manusia
variegated squirrel (commons.wikimedia.org/Adam Jackson)
  • Variegated squirrel adalah tupai kecil asal Amerika Tengah yang hidup di pepohonan dan dikenal aktif, lincah, serta jarang turun ke tanah.
  • Hewan ini dapat membawa bornavirus (VSBV-1) yang pernah menyebabkan kematian manusia di Jerman, meski penularannya masih belum sepenuhnya dipahami.
  • Populasinya tergolong stabil dan berisiko rendah punah menurut IUCN, namun tetap perlu dijaga agar habitatnya tidak rusak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kesan seram tak akan kamu dapatkan dari tupai karena tubuhnya yang kecil dan menggemaskan. Namun, ada satu spesies tupai yang mampu membunuh manusia, lho. Ia adalah variegated squirrel (Sciurus variegatoides), yaitu tupai kecil berwarna cokelat yang hidup di wilayah Amerika tengah.

Selain mampu membunuh manusia, variegated squirrel juga sangat aktif di pepohonan, bahkan ia hampir tak pernah turun ke daratan. Populasinya juga melimpah, gerakannya gesit, dan ekornya panjang sehingga tubuhnya seimbang di atas pohon. Yuk, "jalan-jalan" ke Amerika tengah dan ulik berbagai fakta unik variegated squirrel.

1. Ekor panjangnya digunakan sebagai penyeimbang

variegated squirrel (commons.wikimedia.org/David J. Stang)

Secara umum, variegated squirrel merupakan spesies tupai dengan ekor yang panjang dan besar. Nah, ekornya bukan hiasan semata karena memiliki banyak kegunaan. Dilansir Skedaddle Humane Wildlife Control, ekor panjang digunakan tupai untuk menyeimbangkan diri saat sedang memanjat atau bergerak di pepohonan. Ekornya juga fleksibel dan bisa digerakkan sehingga menjadi alat komunikasi yang efektif. Sumber lain juga menyampaikan kalau ekor panjang tupai bisa digunakan sebagai alat pengusir predator.

2. Variegated squirrel merupakan satwa asli Amerika tengah

variegated squirrel (commons.wikimedia.org/Sander van Gijssel)

Berdasarkan peta penyebaran di laman GBIF, penyebaran variegated squirrel hanya mencakup satu daerah, yaitu Amerika tengah. Mamalia kecil tersebut menyebar dari Meksiko, Guatelama, Honduras, El Salvador, Nikaragua, Costa Rica, hingga Panama. Habitatnya tak jauh dari hutan, pepohonan, dan semak-semak. Namun, terkadang ia juga dijumpai di area pertanian, kebun, atau ladang yang cukup padat akan aktivitas manusia. Meski begitu, variegated squirrel tak dianggap sebagai hama sehingga bisa hidup berdampingan dengan manusia.

3. Variegated squirrel jarang turun dari pohon

variegated squirrel (commons.wikimedia.org/Jean Ogden Just Chaos Photography)

Laman Animal Diversity Web menerangkan kalau variegated squirrel adalah hewan diurnal yang sangat lincah, aktif, dan hampir keseluruhan waktunya dihabiskan di atas pohon. Biasanya, ia beraktivitas di batang, ranting, atau dahan pohon. Sebagai hewan arboreal, variegated squirrel hampir tak pernah turun ke daratan, bahkan untuk mencari air sekalipun. Ia lebih memilih untuk beristirahat di lubang pohon, membangun sarang di pepohonan, melompat dari satu dahan ke dahan lain, atau mencari biji-bijian di ranting pohon.

4. Variegated squirrel menjadi penyebar bornavirus

variegated squirrel (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Julukan Silent Killer sepertinya sangat cocok bagi variegated squirrel karena ia mampu membunuh manusia dengan pelan tanpa harus menggigit atau mengeluarkan suara berisik. Dilansir iNaturalist, hal tersebut dapat terjadi karena variegated squirrel bisa membawa virus berbahaya bernama bornavirus (VSBV-1). Kasus kematian pernah terjadi di Jerman, tepatnya menewaskan tiga orang.

Dilansir Travel Health Clinics, gejala infeksi bornavirus pada manusia adalah perasaan cemas berlebihan, depresi, dan terjadinya gangguna kognitif. Menariknya, kebanyakan tupai yang menyebarkan bornavirus adalah hewan peliharaan. Sayangnya, investigasi pada 2016 tidak berhasil memecahkan misteri apakah tupai peliharaan sudah membawa virus tersebut atau ia terinfeksi oleh hewan lain.

5. Populasi variegated squirrel tidak terancam

variegated squirrel (commons.wikimedia.org/Patrick Gijsbers)

Variegated squirrel termasuk spesies yang umum dan populasinya masih melimpah di wilayah penyebaran alaminya. Berdasarkan data dari IUCN Red List, hewan tersebut masuk ke kategori least concern (risiko rendah) yang artinya variegated squirrel tidak memiliki risiko kepunahan dalam waktu dekat. Tren populasinya juga stabil serta tidak ada penurunan populasi yang mengancam eksistensi spesies tersebut. Namun, variegated squirrel tetap harus dijaga, habitatnya tak boleh dirusak, dan kamu tak boleh memburunya secara ilegal.

Variegated squirrel menunjukkan pada kita kalau ancaman bisa datang dari mana saja, bahkan dari tupai sekalipun. Karena itu, kamu tak boleh sembarangan memelihara atau menyentuh hewan liar. Berbagai fakta unik variegated squirrel juga membuktikan kalau hewan tersebut bukan sekadar mamalia kecil. Sebaliknya, ia adalah hewan dengan kehidupan yang kompleks.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team