Nama Fidel Castro tentunya tak asing bagi banyak orang di dunia. Ya, faktanya Fidel Castro merupakan sosok penting di balik Revolusi Kuba yang terjadi pada 1959 silam. Revolusi Kuba adalah sebuah gerakan perubahan dalam menggulingkan pemerintahan diktator Kuba yang saat itu dipimpin oleh Fulgencio Batista Zaldivar.
Kesuksesan Fidel Castro dalam menggulingkan pemerintahan sebelumnya, juga memunculkan sebuah sistem komunis di negara Kuba pada saat itu. Bagi Fidel Castro dan ideologi sosialisnya, Amerika Serikat adalah musuh terbesar mereka.
Maklum saja, Amerika adalah salah satu negara antikomunis yang tidak menginginkan Castro mengambil kursi pemerintahan, seperti diberitakan dalam laman History. Terbukti, pada 6 tahun awal masa kekuasaan Fidel Castro, ada banyak kemiskinan dan kegaduhan politik yang terjadi, dan bahkan dianggap lebih buruk dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya.
Kemiskinan Kuba terjadi tak lain akibat embargo yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Di saat kekuasaan Castro berada di ujung tanduk, ia mengizinkan warganya untuk bermigrasi keluar dari Kuba, di mana hal ini telah dilarang sebelumnya.
Revolusi Kuba mengajarkan pada dunia bahwa sistem haluan sosialis murni tak akan dapat bertahan dari gempuran zaman. Lagipula, ada banyak negara antikomunis di dunia ini yang memiliki pengaruh besar bagi dunia. Fidel Castro yang awalnya dielu-elukan pun, pada akhirnya harus menerima hujatan dan caci maki dari rakyatnya sendiri.