Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Fakta Crested Auklet, Bulunya Mengeluarkan Aroma Menyengat
Crested auklet (inaturalist.org/Лариса Артемьева)

Crested auklet merupakan burung laut kecil yang penyebarannya tidak begitu luas. Mereka berada dalam famili Alcidae dan memiliki nama ilmiah Aethia cristatella. Panjang tubuhnya kisaran 18--20 sentimeter, beratnya 211-322 gram dan lebar kepakan sayapnya 40-50 sentimeter. Mereka terkenal karena jambul unik yang dimilikinya. Kamu perlu ingat bahwa burung ini punya paruh oranye kemerahan yang ujungnya kuning.

Jantan dan betina sangat mirip, warna tubuh, sayap dan ekornya abu-abu gelap. Walaupun begitu, betina sedikit lebih kecil dari jantan dan paruhnya tidak terlalu melengkung. Jika penasaran dengan adaptasinya di lautan, fakta berikut ini bisa membantumu.

1. Wilayah penyebaran crested auklet

Crested auklet (inaturalist.org/Robert Webster)

Penyebaran crested auklet ditemukan di sepanjang bagian utara Samudra Pasifik dan Laut Bering. Mereka biasanya berada di Auletian Islands, Kuril Islands dan Russian island of Sakhalin selama musim dingin di luar musim kawin.

Dilansir Animalia, crested auklet melakukan perjalanan ke lokasi perkembang baikan di pulau dan garis pantai Sea of Okhotsk dan Luat Bering selama musim semi dan musim panas.

2. Mencari makan di perairan dalam

Crested auklet (inaturalist.org/Robert Webster)

Sumber yang sama menjelaskan bahwa crested auklet biasanya mencari makan di perairan dalam, tapi terkadang juga berada lebih dekat ke pantai. Mereka selalu mencari makan dalam kelompok besar. Tidak banyak informasi mengenai menu makannya saat musim dingin, tapi diperkirakan mereka memakan invertebrata laut.

Selain itu, crested auklet adalah planktivora, sebagian besar makanannya terdiri dari krill. Namun, mereka juga mengonsumsi kopepoda, pteropoda dan amphipoda. Menu makannya sangat beragam, bukan?

3. Beradaptasi dengan kehidupan laut

Crested auklet (inaturalist.org/Лариса Артемьева)

Dilansir Aquarium of The Pasific, crested auklet beradaptasi dengan kehidupan di laut. Bulunya anti air sehingga tidak membuatnya dingin ketika menyelam untuk mencari makan. Sayapnya yang kaku membantu mereka tampak 'terbang' di bawah air ketika berburu.

Tulang dari crested auklet juga sangat kuat sehingga bisa menahan tekanan di bawah air. Mereka bisa menyimpan oksigen di jaringan tubuhnya dan menggunakan respirasi anaerobik. Kedua adaptasi sebelumnya memungkinkan mereka menyelam jauh.

4. Bulunya mengeluarkan aroma menyengat

Crested auklet (inaturalist.org/Robert Webster)

Menariknya, bulu crested auklet ternyata mengeluarkan aroma menyengat. Selama musim kawin, aroma yang dikeluarkannya seperti jeruk. Kemungkinan besar bahwa bau itu digunakannya selama masa pendekatan karena melibatkan banyak sentuhan dengan paruh burung lain, di leher pasangannya. Bau itu juga punya peran penting saat melakukan kontak satu sama lain dalam koloni.

Dilansir Animal Diversity, perilaku crested auklet tersebut menunjukkan bahwa penciuman punya peran penting dalam cara bersosialisasinya. Belum lagi, perilaku mengendus dan memutar leher dilakukannya saat ritual pendekatan selama musim kawin.

5. Crested auklet sangat vokal

Crested auklet (commons.m.wikimedia.org/Josh Keaton NOAA/NMFS/AKRO/SFD)

Spesies burung ini punya banyak cara berkomunikasi, melalui visual, aroma dan taktil. Crested auklet sangat vokal selama musim kawin dan saat berada dalam kawanan di lautan. Hampir semua komunikasinya terjadi saat siang hari, waktu paling aktifnya. Telah diamati bahwa terdapat enam bentuk komunikasi vokal di antara burung dewasa. Itu termasuk suara menggonggong, seperti terompet, rengekan dan seruan. Vokalisasi tersebut digunakan di situasi yang berbeda pula.

6. Sistem perkawinan crested auklet

Crested auklet (commons.m.wikimedia.org/Alan Schmierer)

Sistem perkawinan crested auklet adalah monogami, mereka bersaing untuk memiliki pasangan berkualitas tinggi dan tempat bersarang yang baik. Selama dominan crested auklet, maka semakin panjang jambulnya. Sama seperti hewan lainnya, ritual pertunjukan sebelum kawin juga dilakukan untuk mempererat hubungan atau memikat betina bagi burung yang baru bisa kawin.

Musim kawinnya biasa terjadi di bulan Mei dan berlangsung hingga pertengahan Juni. Betina menghasilkan satu telur setiap musimnya dan keduanya bertanggung jawab untuk merawat anaknya. Kebanyakan pasangan kawin akan kembali ke sarangnya setiap tahun.

Crested auklet ternyata burung sosial yang hidup dalam kawanan besar, bahkan saat sedang mencari makan. Saat ini, mereka diklasifikasikan sebagai Least Concern oleh IUCN. Sayangnya, tren populasinya mengalami penurunan. Apakah kamu pernah melihat spesies burung yang mirip crested auklet?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team