Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Fakta Unik Pohon Zaitun, Benarkah Sudah Ada Sejak Zaman Neolitikum?
Pohon zaitun (unsplash.com/Vasilis)
  • Pohon zaitun dikenal berumur panjang hingga ribuan tahun, memiliki kemampuan regenerasi tinggi, serta kayu yang keras dan tahan pembusukan.
  • Tanaman ini mampu bertahan di iklim kering berkat akar dalam, daun berlapis lilin, dan adaptasi efisien menjaga kelembapan.
  • Sudah dibudidayakan sejak zaman Neolitikum, pohon zaitun menjadi simbol perdamaian dunia dengan lebih dari 139 varietas tersebar di 23 negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama berabad-abad, pohon zaitun tetap berdiri kokoh di tempat yang sama, mendiami tanah berbatu dengan cuaca terik Mediterania yang berkepanjangan. Disaat pohon lain menggugurkan daun, layu, bahkan mati ketika diterpa kekeringan panjang, pohon zaitun justru tetap memberi kehidupan.

Pohon zaitun bukan sekadar tanaman biasa, dari rantingnya yang melambangkan perdamaian, buah yang dimanfaatkan untuk minyak, hingga usianya yang melampaui peradaban, pohon ini menyimpan banyak fakta-fakta mengejutkan yang masih jarang diketahui publik. Penasaran apa saja fakta menarik seputar pohon zaitun? Yuk, simak di bawah ini!

1. Pohon zaitun bisa hidup sangat lama

Pohon zaitun (pexels.com/Toni)

Pohon zaitun termasuk di antara tanaman budidaya yang berumur paling panjang di dunia. Ketahanan, kemampuan beregenerasi, dan hubungan simbolisnya dengan umur panjang telah menjadikannya tanaman pokok di seluruh Mediterania selama ribuan tahun.

Pohon zaitun jika mendapatkan perawatan yang benar, maka dapat hidup selama beberapa abad. Bahkan, banyak kebun zaitun kuno di Yunani, Italia, dan Timur Tengah masih memiliki pohon yang diperkirakan berusia lebih dari 1.000 tahun. Bahkan terdapat spesimen warisan yang diyakini berusia 2.000 hingga 3.000 tahun, yang masih aktif menghasilkan buah hingga saat ini.

Dilansir Complete Grow, di Australia, pohon zaitun hidup dengan kondisi pertumbuhan yang baik dan terlindung dari hama, pohon ini terus menghasilkan buah dan tetap tumbuh selama 300-500 tahun lamanya.

Pohon zaitun tentu mengalami banyak perubahan setelah pertumbuhan yang sangat lama, misalnya dari batang yang menjadi berongga seiring bertambahnya usia. Uniknya, pohon ini memiliki kemampuan regenerasi dari pangkal dan menghasilkan tunas baru. Kualitas regenetatif ini memastikan bahwa, dengan pemangkasan dan nutrisi yang tepat, pohon zaitun tetap berfungsi dengan baik.

Tidak hanya kemampuan regenerasi saja, pohon zaitun juga memiliki kayu yang keras. Kayu yang padat dan tumbuh lambat ini tahan terhadap pembusukan, sehingga batang pohon dapat bertahan hingga berabad-abad bahkan ketika batang sudah berongga.

2. Tinggi pohon zaitun 3 hingga 12 meter

Pohon zaitun (pexels.com/Anna)

Keindahan pohon zaitun telah diakui sejak ribuan tahun lalu. Pohon ini memiliki tinggi antara 3 hingga 12 meter atau lebih dengan banyak cabang tumbuh di beberapa sisi. Ciri khas daunnya cenderung bertekstur seperti kulit dan berbentuk lanset, berwarna hijau tua di bagian atas dan warna perak di bagian bawah, serta berpasangan saling berhadapan pada ranting.

Berbeda dengan pohon lainnya, pohon zaitun batangnya tahan terhadap pembusukan. Jika batang atasnya mati, maka batang baru seringkali akan tumbuh dari akarnya.

3. Mampu bertahan hidup dalam kekeringan panjang

Pohon zaitun (commons wikimedia.com/Anna)

Salah satu alasan mengapa pohon zaitun mampu berdiri kokoh di tengah kekeringan ekstrem adalah karena serangkaian adaptasinya yang telah berkembang dengan maksimal. Adaptasi ini memungkinkan pohon zaitun untuk tumbuh subur di daerah dengan ketersediaan air yang terbatas.

Pohon zaitun memiliki sistem akar yang dalam dan luas, akar ini bisa mencapai kedalaman 20 kaki atau lebih. Akar-akar inilah yang mampu menjangkau sumber air bawah tanah, memastikan pasokan kelembapan yang stabil bahkan selama musim kemarau panjang.

Tidak hanya akar saja yang membantu pohon zaitun tetap berdiri di tengah cuaca kering. Daunnya pun sudah didesain cocok untuk iklim kering, yang mana daunnya ini memiliki lapisan lilin yang mengurangi kehilangan air melalui transpirasi, sehingga membantu pohon menghemat kelembapan. Pohon zaitun juga memiliki daun kecil dan sempit yang semakin mengurangi transpirasi dan membantu pohon mempertahankan airnya.

4. Terdapat 139 varietas zaitun

Pohon zaitun (commons.wikimedia/Zeynel)

Terdapat banyak sekali varietas zaitun, tentu masing-masing memiliki karakteristik unik. Beberapa varietas sangat terkenal karena kemampuannya menahan kekeringan. Misalnya pada varietas 'Arbequina', yang populer karena kemampuannya tumbuh subur di iklim kering dan menghasilkan minyak zaitun berkualitas tinggi. Selanjutnya, ada varietas 'Picholine', yang dikenal karena ketahannya terhadap kekeringan dan tekanan panas, biasanya jenis ini banyak digunakan untuk keperluan kuliner maupun hias.

Dilansir Olive Oil Times, terdapat dua jenis zaitun yang dominan, yaitu zaitun hitam dan hijau. Namun, semua zaitun bermula berwarna hijau dan perlahan berubah menjadi cokelat muda dan ungu kemerahan sebelum matang dan menjadi hitam pekat. Diketahui, terdapat 139 varietas zaitun yang ditanam di 23 negara mencakup sekitar 85% dari produksi zaitun dunia. Setiap varietasnya memiliki karakteristik kimia dan rasa yang unik.

5. Ranting zaitun adalah simbol perdamaian

Pohon zaitun (pexels.com/Mahmoud)

Narasi seputar ranting zaitun sebagai simbol perdamaian telah meluas ke konteks keagamaan. Bermula dari kisah Alkitab tentang Bahtera Nuh yang menangkap momen penting - di mana setelah banjir besar, seekor merpati kembali dengan daun zaitun, melambangkan harapan, surutnya air, dan pembaruan kehidupan. Ranting zaitun menjadi simbol perdamaian, pembaruan, dan rekonsiliasi yang abadi.

Pada abad ke-20, simbol ranting zaitun memperoleh dimensi global, menjadi ikon perdamaian yang diakui secara universal. Selama tahun 1940, ranting zaitun pun menjadi pusat desain simbol perdamaian, bahkan menonjol dalam gerakan anti-perang dan pro-perdamaian.

Bahkan kaitan ranting zaitun dengan perdamaian pun telah mendapat pengakuan institusional dengan berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa pasca Perang Dunia II. Organisasi tersebut mengadopsi ranting zaitun sebagai bagian dari lambangnya, melambangkan komitmennya untuk memupuk perdamaian dan kerja sama antar negara.

6. Pohon zaitun sudah ada sejak zaman Neolitikum

Pohon zaitun (unsplash.com/Lucio)

Pada periode Neolitikum, tepatnya ketika nenek moyang kita mulai meninggalkan gaya hidup berburu dan mengumpulkan makanan, kemudian beralih ke pertanian, mereka pun mulai membudidayakan tanaman.

Sekitar 6.000-8.000 tahun yang lalu, orang-orang Neolitikum tidak lagi perlu berburu zaitun liar, mereka menanam pohon zaitun sendiri yang menghasilkan buah lebih besar dan lebih berair dibandingkan zaitun liar. Bisa dibilang zaitun adalah pohon pertama yang didomestikan oleh manusia, yang menyiratkan bahwa pohon tersebut pasti sudah dianggap sangat penting di kalangan masyarakat kuno.

Pada zaman Neolitikum, tidak ada jejak tersisa tentang pohon zaitun, namun ada beberapa pohon yang masih hidup hingga saat ini yang benar-benar sudah kuno. Kemungkinan pohon zaitun tertua yang masih hidup tumbuh di pulau Kreta di Laut Mediterania. Diketahui, pohon itu setidaknya berusia 2.000-4.000 tahun.

Demikian 6 fakta menarik seputar pohon zaitun. Pohon ini memiliki adaptasi yang luar biasa, mampu bertahan hingga ribuan tahun hingga perannya sebagai lambang perdamaian dunia. Fakta-fakta di atas adalah bukti bahwa pohon zaitun bagian dari catatan sejarah, sumber kehidupan, dan warisan alam yang sudah sepatutnya dijaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team