Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Fakta Unik Wellington, Kota Paling Berangin di Dunia!
Potret kota Wellington (pixabay.com/Barni1)
  • Wellington dikenal sebagai kota paling berangin di dunia dengan kecepatan angin rata-rata 27 km/jam, dipengaruhi efek terowongan dari Selat Cook yang mengapit wilayahnya.
  • Kota ini memiliki lanskap indah antara perbukitan dan pelabuhan, namun berada di jalur patahan aktif sehingga bangunannya dirancang tahan gempa untuk menjaga keselamatan warganya.
  • Sebagai pusat seni dan budaya, Wellington terkenal lewat Weta Workshop di industri film, budaya kopi yang kuat, kuliner laut segar, serta tata kota ramah pejalan kaki.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Terletak di ujung selatan Pulau Utara, Wellington merupakan ibu kota Selandia Baru yang dikenal penuh karakter. Kota ini mungkin tidak sebesar kota metropolitan dunia lainnya, tetapi pesonanya justru terletak pada detail-detail unik yang sulit ditemukan di tempat lain. Angin kencang, lanskap dramatis, hingga budaya kreatif yang hidup berdampingan menciptakan identitas kuat.

Sebagai pusat pemerintahan sekaligus jantung seni dan budaya, Wellington menawarkan pengalaman yang kontras namun harmonis. Di satu sisi, alamnya tampak liar dan dinamis, sementara di sisi lain kehidupan kotanya terasa hangat dan bersahabat. Kombinasi inilah yang membuat Wellington berbeda dari kota-kota lain di dunia. Nah, berikut enam fakta unik Wellington yang bikin kamu semakin penasaran dengan kota paling berangin di dunia ini!

1. Angin kencang jadi ciri khas kota

Wellington (pixabay.com/Makalu)

Wellington secara ilmiah memang layak menyandang gelar kota paling berangin di dunia. Kecepatan angin rata-ratanya mencapai 27 kilometer per jam sepanjang tahun. Angka tersebut lebih tinggi dibanding banyak kota besar lain yang juga diketahui berangin.

Angin kencang ini dipengaruhi langsung oleh Selat Cook yang mengapit kota. Selat sempit tersebut menciptakan efek terowongan yang mempercepat aliran udara. Akibatnya, hembusan angin di Wellington bisa datang tiba-tiba dan sangat kuat. Bagi warga lokal, ini sudah jadi bagian normal dari kehidupan sehari-hari mereka.

2. Pemandangan indah di wilayah yang aktif secara alam

Wellington (pixabay.com/BlairWinters)

Wellington terletak di antara perbukitan hijau serta pelabuhan luas yang memantulkan cahaya laut. Dari banyak titik, kamu bisa melihat laut dan kota dalam satu tarikan pandang, misalnya dari Mount Victoria Lookout yang merupakan favorit untuk menikmati panorama kota, atau Kelburn Lookout di dekat Cable Car yang menghadap ke pelabuhan.

Sayangnya, Wellington berada di jalur patahan aktif yang rawan gempa bumi. Wilayah ini dilintasi Wellington Fault serta berada dekat zona subduksi antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Australia, sehingga aktivitas tektoniknya cukup tinggi. Gempa besar pernah tercatat dalam sejarah adalah Gempa Wairarapa 1855 yang menjadi salah satu yang terkuat di Selandia Baru, dan bahkan mengangkat sebagian daratan di area pelabuhan. Karena itu, bangunan modern di sana dirancang dengan standar tahan gempa demi meminimalkan risiko kerusakan maupun korban jiwa.

3. Punya pengaruh besar di dunia film

Patung Bagend dan Gandalf di atas Teater Embassy, ​​Wellington, sehari sebelum pemutaran perdana dunia The Hobbit (commons.wikimedia.org/Pseudopanax)

Ukuran Wellington mungkin tidak besar, tapi pengaruhnya di industri film dunia tidak terbantahkan. Kota ini adalah rumah bagi Weta Workshop, studio efek visual kelas internasional. Weta terlibat dalam produksi film besar seperti The Lord of the Rings dan The Hobbit. Dari sinilah nama Wellington dikenal luas di dunia perfilman.

Kehadiran industri kreatif menjadikan Wellington dipenuhi oleh seniman dan pekerja kreatif. Pameran kecil, teater independen, sampai festival film mudah ditemukan. Wellington pun mendapat julukan tak resmi sebagai “Wellywood”.

4. Budaya kopi yang kuat dan mengakar

Ilustrasi tiga gelas kopi (unsplash.com/Nathan Dumlao)

Wellington sering disebut sebagai ibu kota kopi Selandia Baru. Kafe-kafe kecil tersebar hampir di setiap sudut kota, masing-masing menghadirkan karakter dan racikan tersendiri. Para barista mengolah biji kopi dengan ketelitian tinggi, mulai dari pemilihan origin hingga teknik ekstraksi.

Di Wellington, cuaca berangin justru memperkuat budaya nongkrong di dalam ruangan. Kafe didesain hangat, nyaman, serta tata ruang yang bikin pengunjung betah berlama-lama. Banyak orang datang untuk bekerja, membaca, atau sekadar berbincang santai.

5. Surga kuliner dengan cita rasa segar

Green-lipped mussels (pixabay.com/planet_fox)

Wellington menawarkan pengalaman kuliner yang memadukan hasil laut segar dengan sentuhan modern. Restoran-restoran di kota ini banyak menyajikan hidangan berbahan dasar ikan, kerang hijau, dan domba khas Selandia Baru. Cita rasanya sederhana namun menonjolkan kualitas bahan yang premium.

Selain hidangan utama, pasar akhir pekan seperti Harbourside Market menjadi tempat berburu makanan lokal. Di sana, pengunjung bisa mencicipi aneka street food, produk artisan buatan tangan, bahkan hasil pertanian segar langsung dari petaninya. Suasananya hidup dan santai, cocok untuk menikmati hari minggu sambil mencoba beragam rasa dalam satu tempat.

6. Kota yang ramah bagi pejalan kaki

Potret pejalan kaki di Wellington (pexels.com/Orkhan Sweden)

Pusat Wellington memiliki tata ruang yang ringkas makanya mudah dijelajahi tanpa kendaraan. Pertokoan, galeri, perkantoran, dan restoran berada dalam jarak yang saling berdekatan. Kamu bisa berpindah dari kawasan belanja ke tepi pelabuhan cuma dengan berjalan kaki beberapa menit. Jalur pedestriannya pun tertata rapi, bikin siapa saja merasa lebih aman dan nyaman saat melintas.

Itulah enam fakta unik tentang kota Wellington. Di balik angin kencangnya, tersimpan budaya, kreativitas, dan kualitas hidup yang mengesankan. Tak heran jika Wellington kerap meninggalkan kesan kuat bagi siapa pun yang pernah menginjakkan kaki di sana.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team